Kompas.com - 27/08/2013, 18:34 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorEgidius Patnistik
BRISBANE, KOMPAS.COM — Seorang wanita berusia 28 tahun di Queensland dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena menewaskan putrinya yang berusia 8 tahun dengan potongan besi alat pembersih. Wanita yang tinggal di kota Cairns tetapi merupakan warga negara Selandia Baru tersebut dihukum pada Selasa (27/8/2013) setelah mengaku bersalah.

Menurut kantor berita AAP, suami wanita tersebut yang berusia 24 tahun juga dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena membiarkan penyiksaan itu. Menurut jaksa penuntut, Roger Griffith, sang wanita mengakui bahwa dia memukul anaknya dengan pipa besi berulang kali selama dua pekan menjelang kematiannya.

Anak perempuan tersebut ditemukan meninggal di kota Cairns pada November 2011. Di sekujur tubuhnya tampak luka-luka bekas pukulan dan dokter mengatakan bahwa kematiannya disebabkan karena pendarahan akibat pukulan benda tumpul. Dalam keterangannya di pengadilan, sang ibu mengatakan memukul anaknya karena menolak untuk mencuci piring. Sang anak juga dipukul ketika dia bertanya apakah dia boleh kembali ke Selandia Baru untuk tinggal bersama ayahnya.

Dalam insiden pemukulan lainnya, si ibu menempatkan anaknya di ruangan yang gelap sehingga suaminya tidak melihat luka-luka bekas pukulan. Menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia, L Sastra Wijaya, menjelang kematiannya, sang anak mengeluh pusing dan harus dipapah menuju ke toilet. Namun, si ibu masih mengiranya berpura-pura sakit.

Tanggal 28 November 2011, sang ibu memanggil ambulans ketika putrinya tidak bergerak di tempat tidur. Ketika ditanya oleh petugas kesehatan mengenai luka-luka pada putrinya, sang ibu mengakui dia yang melakukannya. Menurut jaksa, ayah angkatnya sudah berusaha mencegah beberapa kali agar sang anak tidak dipukuli. Namun dalam wawancara dengan polisi, sang ayah mengatakan bahwa dia mestinya bisa melakukan lebih banyak hal untuk mencegah hal tersebut terjadi.

"Tindak pemukulan ini berlangsung selama beberapa minggu. Saya sudah berusaha mencegah. Namun, pemukulan terjadi kebanyakan ketika saya bekerja," kata sang suami seperti diungkapkan jaksa penuntut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.