Kompas.com - 27/08/2013, 18:26 WIB
EditorEgidius Patnistik
MOSKWA, KOMPAS.COM - Rusia memperingatkan bahwa intervensi militer ke Suriah akan membawa konsekuensi yang sangat serius bagi kawasan. Peringatan itu muncul dari Moskow setelah Amerika Serikat dan sekutunya mempertimbangkan serangan ke Suriah untuk menanggapi serangan pasukan pemerintah Suriah atas kelompok pemberontak pekan lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alezander Lukashevich, meminta masyarakat internasional memperlihatkan kehati-hatian dalam krisis di Suriah dan mematuhi hukum internasional.

"Upaya-upaya di luar mekanisme Dewan Keamanan, akan kembali menciptakan dalih yang dibuat-buat, yang tidak berdasar, untuk intervensi militer di kawasan yang penuh dengan penderitaan baru di Suriah dan konsekuensi bencana bagi negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara," tegasnya dalam pernyatannya.

Sementara itu Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Gennady Gatilov, mengatakan bekerja dalam parameter politik untuk jalan ke luar bagi krisis Suriah akan amat berguna.

Di London, juru bicara Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan Inggris sedang menyusun rencana pilihan dan setiap tanggapan akan proporsional.

David Cameron sudah memperpendek masa liburannya dan kembali ke London untuk membahas krisis Suriah.

Bukti Senjata Kimia

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, menyatakan bahwa 'tidak bisa dibantah' bukti-bukti tentang penggunaan senjata kimia dalam serangan Rabu (21/08) yang menewaskan ratusan orang.

Baik pemerintah Suriah maupun kelompok pemberontak saling menuduh dalam serangan tersebut.

Lembaga sosial Medecins Sans Frontieres mengatakan tiga rumah sakit yang mereka dukung di Damaskus merawat sekitar 3.600 dengan gejala neurotoksin setelah serangan dan 355 di antara pasien meninggal.

Tim penyidik PBB hari ini, Selasa 27 Agustus, direncanakan akan kembali melakukan pemeriksaan pada hari kedua di kawasan pinggiran ibukota Damaskus.

Dalam pemeriksaan Senin kemarin, salah satu kendaraaan yang digunakan penyidik Klik ditembak beberapa kali oleh penembak gelap di kawasan penyangga yang terletak di antara wilayah yang dikuasai pemerintah dan kelompok pemberontak.

Konflik di Suriah yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun telah memporakporandakan negara itu dengan korban jiwa menurut PBB sudah melebihi 100.000 orang dan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.