Kompas.com - 27/08/2013, 11:09 WIB
Seorang petugas rumah sakit Palestina menunjukkan jasad seorang pria yang menjadi salah satu korban tewas serbuan pasukan polisi perbatasan Israel ke kamp pengungsi Qalandiya, Tepi Barat. AHMAD GHARABLI / AFPSeorang petugas rumah sakit Palestina menunjukkan jasad seorang pria yang menjadi salah satu korban tewas serbuan pasukan polisi perbatasan Israel ke kamp pengungsi Qalandiya, Tepi Barat.
EditorErvan Hardoko

RAMALLAH, KOMPAS.com — Para perunding Palestina sudah membatalkan rencana pertemuan dengan Israel setelah tewasnya tiga warga Palestina di Tepi Barat.

Pembatalan diambil setelah militer Israel menembak mati tiga warga Palestina dan melukai sekitar 15 lainnya dalam bentrokan di kamp pengungsi Qalandiya di Tepi Barat.

Seorang pejabat Palestina mengatakan, belum ada tanggal baru yang ditetapkan untuk perundingan yang rencananya berlangsung Senin (26/8/2013).

Militer Israel mengatakan melepas tembakan guna melindungi polisi perbatasan yang diserang oleh ratusan warga Palestina sepanjang malam.

Polisi perbatasan masuk ke dalam kamp untuk menangkap seorang tersangka teroris.

Juru bicara Presiden Otoritas Palestina, Nabeel Abu-Rudeineh, mengecam pembunuhan itu dan mendesak agar Amerika Serikat turun tangan.

"Yang terjadi hari ini di Qalandiya memperlihatkan niat nyata dari Pemerintah Israel," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perdana Menteri Otoritas Palestina, Rami Hamdallah, juga mengeluarkan pernyataan yang mengecam pembunuhan tiga warga Palestina tersebut.

"Kejahatan seperti ini membuktikan perlunya perlindungan internasional yang mendesak dan efektif atas rakyat kami."

Perundingan langsung Palestina-Israel berlangsung kembali awal bulan ini setelah terhenti selama tiga tahun.

Keduanya mencapai kesepakatan untuk menghidupkan kembali perundingan damai pada Juli lalu dengan ditengahi Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Bagaimanapun pelaksanaan perundingan dibayang-bayangi dengan pengumuman Israel untuk tetap membangun 1.200 rumah baru di wilayah pendudukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.