25.000 Lulusan SMA di Liberia Tak Lolos Ujian Masuk Universitas - Kompas.com

25.000 Lulusan SMA di Liberia Tak Lolos Ujian Masuk Universitas

Kompas.com - 27/08/2013, 09:33 WIB
africanarguments.org Universitas Liberia.

MONROVIA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Liberia mengatakan sulit percaya tidak ada satu pun pelajar yang lolos ujian masuk universitas pada tahun ini.

Sekitar 25.000 siswa lulusan sekolah menengah atas gagal dalam tes untuk masuk ke Universitas Liberia, salah satu dari dua universitas yang dikelola negara.

Para siswa ini tidak memiliki antusiasme dan tidak memiliki pemahaman dasar bahasa Inggris, seorang pejabat universitas mengatakan kepada BBC.

Liberia saat ini sedang memulihkan diri dari perang saudara brutal yang berakhir satu dekade lalu.

Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, yang juga adalah peraih Nobel perdamaian, baru-baru ini mengakui bahwa sistem pendidikan di negaranya masih "dalam kekacauan," dan masih banyak yang perlu dilakukan untuk memperbaikinya.

Banyak sekolah kekurangan materi untuk mengajarkan pendidikan dasar dan kualitas para guru juga buruk, wartawan BBC Jonathan Paye-Layleh melaporkan dari ibu kota, Monrovia.

Namun, ini adalah pertama kalinya seluruh pelajar yang mengikuti ujian dengan biaya 25 dollar AS atau sekitar Rp 280.000 tidak lulus.

Mimpi hancur

Dengan kondisi ini berarti universitas yang biasanya selalu penuh sesak di negara itu tahun ini tidak akan memiliki mahasiswa baru ketika tahun akademik dibuka kembali bulan depan.

Para siswa mengatakan kepada BBC bahwa hasil ujian tidak dapat dipercaya dan impian mereka telah hancur.

Menteri Pendidikan Etmonia David-Tarpeh mengatakan, ia berniat bertemu dengan pejabat universitas untuk membahas tingkat kegagalan ini.

"Ini seperti pembunuhan massal," kata dia.

Juru bicara Universitas Momodu Getaweh mengatakan, universitas tetap pada keputusannya, dan tidak akan terpengaruh oleh "emosi."

"Dalam pelajaran Bahasa Inggris, mekanisme bahasa, mereka tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Jadi pemerintah harus melakukan sesuatu," katanya.

"Perang telah berakhir 10 tahun lalu. Kita harus menjadi realistis," Getaweh menegaskan.


EditorErvan Hardoko
Komentar

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X