Kompas.com - 26/08/2013, 22:08 WIB
Tiga orang bhiksu menyeberangi salah satu jalan protokol di Kota Phnom Penh, Kamboja, Jumat (16/11/2012). Penduduk beraktivitas normal di tengah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-21 di kota tersebut.
KOMPAS/LAKSANA AGUNG SAPUTRATiga orang bhiksu menyeberangi salah satu jalan protokol di Kota Phnom Penh, Kamboja, Jumat (16/11/2012). Penduduk beraktivitas normal di tengah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-21 di kota tersebut.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Strategi penghematan anggaran bahan bakar minyak (BBM) termasuk bensin di Kamboja bak menggambarkan kalau negeri itu makin ogah "minum" bensin.

Warta Xinhua pada Senin (26/8/2013), merilis data laporan keuangan terbaru Kementerian Keuangan Kamboja per enam bulan pertama 2013. Di situ termaktub kalau impor BBM Kamboja 871.000 ton. Angka ini susut 5,6 persen dari posisi 922.800 ton pada periode sama 2012.

Impor pada semester pertama 2013 itu setara dengan duit 825 juta dollar AS yang mesti dikeluarkan dari kocek pemerintah. Angka itu berarti hemat 10 persen pada periode sama setahun silam.

Hari ini, seliter bensin premium di Phnom Penh dibanderol 1,35 dollar AS.

Regional


Sejatinya, Kamboja membeli BBM dari tiga negara tetangga regional yakni Vietnam, Singapura, dan Thailand. Dari ketiga negara itu, Kamboja juga membeli gas bumi.

Porsi penghematan BBM juga berangkat dari perencanaan pembangunan kilang minyak dalam negeri berkapasitas 5 juta ton. Untuk proyek ini, Kamboja menggandeng China melalui pembiayaan dari Bank Pembangunan China, Korporasi Jaminan Kredit Ekspor China, dan Korporasi Industri Permesinan China.

Dalam hitungan Kamboja, proyek itu menelan biaya 1,67 miliar dollar AS. Lokasi pembangunan seluas 80 hektare itu berada di perbatasan dua provinsi Kamboja yakni Preah Sihanouk dan Kampot.

Kamboja, masih menurut data Kementerian Keuangan tersebut berencana mengolah minyak mentah di dalam negeri dalam jumlah makin banyak. Paling tidak kalau setahun silam minyak yang diolah mencapai 1,65 juta ton, pada tahun depan angkanya mencapai 4 juta ton. Pengolahan di dalam negeri, klaim kementerian itu memang sukses menekan biaya negara.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.