"Sikap Australia kepada Pencari Suaka Lebih Buruk daripada Taliban"

Kompas.com - 26/08/2013, 05:03 WIB
Ilustrasi. Pemerintah Australia akan memindahkan para pencari suaka ke Nauru, sebuah pulau kecil di Samudera Pasifik. | AFP
Ilustrasi. Pemerintah Australia akan memindahkan para pencari suaka ke Nauru, sebuah pulau kecil di Samudera Pasifik. | AFP
|
EditorPalupi Annisa Auliani
ADELAIDE, KOMPAS.com — Seorang pengacara hak asasi manusia Australia berpendapat sikap negaranya terhadap para pencari suaka lebih buruk daripada Taliban di Afganistan. Julian Burnside QC, pengacara itu, menyatakan pendapatnya dalam sebuah pernyataan politik mendukung Senator dari Partai Hijau, Sarah Hanson-Young, untuk bisa terpilih kembali.

"Saya melakukan hal ini karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Australia, kita melihat dua partai utama (Buruh dan Koalisi) saling berlomba melakukan tindakan kejam terhadap sekelompok manusia," kata Burnside yang mengaku baru pertama kali membuat dukungan terbuka untuk partai politik, di Adelaide, Minggu (25/8/2013). Dia mendampingi Hanson-Young yang mengusung kebijakan mengenai pencari suaka oleh Partai Hijau. 

Hanson-Young mengatakan, analisis yang mereka lakukan terhadap anggaran parlemen menunjukkan bahwa dana sekitar 3,2 miliar dollar Australia bisa dihemat bila pusat penahanan pengungsi di luar Australia ditutup.

Dana tersebut, menurut Hanson-Young, dapat digunakan untuk membantu pencari suaka mencari kerja sehingga mereka bisa memberikan sumbangan nyata kepada masyarakat. "Banyak warga Australia menginginkan cara baru, cara yang lebih manusiawi, dan apa yang kami lakukan hari ini adalah cara yang lebih murah dan cara yang benar," kata dia.

Kebijakan pencari suaka Australia saat ini, imbuh Burnside, telah merusak citra Australia di mata internasional karena dianggap sebagai tindakan egois dan kejam. Menurutnya, separuh dari pencari suaka yang tiba di Australia dalam 15 tahun terakhir adalah warga Hazara yang melarikan diri dari Taliban. "Keadaan sekarang ini membuat kita terlihat lebih kejam dari Taliban sehingga orang-orang tidak akan mau datang. Tetapi, apakah ini Australia yang kita inginkan?" tanya Burnside.

Dalam kebijakannya, Partai Hijau mengatakan akan menetapkan batas maksimal 30 hari penahanan bagi para pencari suaka untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan keamanan sebelum mereka dimasyarakatkan. Mereka juga akan menaikkan kuota penerimaan pengungsi dari 20.000 per tahun menjadi 30.000.

Baru-baru ini Perdana Menteri Australia mengumumkan para pencari suaka yang membanjiri Australia akan dipindahkan ke Papua Niugini dan tak diizinkan tinggal di Australia. Partai Liberal yang sekarang menjadi oposisi juga mempertimbangkan kebijakan yang serupa bila berkuasa, termasuk langkah mengusir kembali kapal pencari suaka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X