Kompas.com - 25/08/2013, 22:58 WIB
Dua edakan di Tripoli Lebanon, terjadi di dua masjid utama di kawasan utara Damaskus itu, Jumat (23/8/2013). Jumlah korban terus bertambah, dan pada Jumat malam setidaknya sudah terdata 42 orang tewas, menjadikannya insiden dengan korban jiwa terburuk sesudah era perang saudara Lebanon pada 1975-1990. Ledakan ini diduga terkait konflik sektarian yang merupakan rembetan perang sipil di Suriah. STR/AFPDua edakan di Tripoli Lebanon, terjadi di dua masjid utama di kawasan utara Damaskus itu, Jumat (23/8/2013). Jumlah korban terus bertambah, dan pada Jumat malam setidaknya sudah terdata 42 orang tewas, menjadikannya insiden dengan korban jiwa terburuk sesudah era perang saudara Lebanon pada 1975-1990. Ledakan ini diduga terkait konflik sektarian yang merupakan rembetan perang sipil di Suriah.
EditorBambang Priyo Jatmiko

MOSKWA, KOMPAS.com — Rusia menyatakan tindakan yang dilakukan oleh negara-negara Barat yang tergabung dalam pasukan PBB, yang menyerang Suriah, akan mengulang kembali "petualangan" sebagaimana yang terjadi di Irak.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich menjelaskan, jika negara-negara Barat yang dipimpin AS memaksakan untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia oleh tentara Suriah, hal itu dinilai sebagai strategi yang salah.

"Untuk itu, kami secara tegas menyatakan bahwa dengan memaksakan penyelidikan, hal itu akan meningkatkan kemungkinan dilakukannya operasi militer di Suriah dan akan mengulangi kesalahan yang tragis seperti di Irak," jelasnya, Minggu (25/8/2013).

Menurutnya, langkah-langkah itu akan mengulangi kejadian satu dekade yang lampau ketika Amerika Serikat memutuskan menyerang Irak karena dipicu oleh informasi yang salah mengenai senjata pemusnah massal yang digunakan negara itu.

Sebelumnya, PBB menyatakan bahwa pemeriksaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah secepat-cepatnya dilakukan pada Senin setelah Damaskus menyetujui penyelidikan oleh pejabat tinggi PBB, Angela Kane.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.