Kompas.com - 24/08/2013, 19:49 WIB
Di negara ini, jalan-jalan raya tampak lengang. Alih-alih melihat kemacetan, Anda akan melihat para tentara berbaris dengan rapih serta deretan rumah-rumah sederhana. dailymail.co.ukDi negara ini, jalan-jalan raya tampak lengang. Alih-alih melihat kemacetan, Anda akan melihat para tentara berbaris dengan rapih serta deretan rumah-rumah sederhana.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Rupa-rupanya, pemerintah Korea Utara (Korut) tak terima gara-gara tersandung impor peralatan ski. Dus, mereka mengkritik PBB sebagai pihak yang berada di belakang pelarangan ini.

Adalah warta KCNA pada Sabtu (24/8/2013) yang menunjukkan kalau Pyongyang mengatakan pihaknya dirugikan oleh sanksi PBB. Padahal, kata Pyongyang, perkaranya adalah warga biasa yang senang bermain ski. "Cara-cara itu tidak termaafkan,"kata pernyataan Korut.

Asosiasi Pemain Ski Korut mengajukan komplain ke pemerintah lantaran tak bisa mengimpor peralatan bermain ski. Di Korut, tepatnya di Tenggara Provinsi Kangwon, ada tempat bermain ski bernama Masik Pass. Ketinggian tempat itu mencapai 1.360 di atas permukaan laut.

Nah, di situ, pemerintah Korut membangun lintasan ski sepanjang total 110 kilometer. Di situ, ada pula hotel, landasan helikopter, dan kereta kabel.

Konon, resor yang dibangun setahun silam itu adalah karya Partai Pekerja Korut bagi rakyat yang ingin mendapatkan tempat pelesiran. "Kami membangunnya untuk warga kaum muda, anak-anak, hingga orang dewasa,"begitu klaim Pyongyang.

Kereta kabel

Masalah muncul saat kelengkapan resor itu belum komplet gara-gara tak adanya ketersediaan perlengkapan kereta kabel. Sialnya, Korut belum memproduksi sendiri peralatan itu. Jadilah, negeri itu mesti membeli dari beberapa negara.

Kebetulan, Swiss yang menjadi produsen perlengkapan kereta kabel itu emoh melepas barangnya. Swiss membatalkan perjanjian dengan Pyongyang untuk penjualan perlengkapan senilai 7 juta franc swiss atau setara dengan 7,6 juta dollar AS. Peralatan itu meliputi antara lain kursi lift dan boks penumpang kereta kabel. Swiss memilih mengikuti sanksi PBB.

Pada pihak lain, Korut berpendapat pada poin sanksi tertulis PBB kalau barang-barang terkait kebutuhan konstruksi ekonomi dan kehidupan rakyat banyak tidak termasuk barang kena sanksi. "Peraturan PBB seperti itu,"kata pihak Korut berargumen.

Lagian, kata Korut, peralatan ski macam itu tidak bisa dijadikan bahan pembuat roket atawa senjata nuklir. "Ingat, sanksi tidak boleh merusak kondisi damai dan aktivitas kehidupan manusia,"kata Korut bernada sewot.  

Hingga berita ini diunggah, belum ada pernyataan pihak PBB terkait komplain Pyongyang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X