Kompas.com - 24/08/2013, 18:37 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Pemerintah Filipina melalui Dewan Penanggulangan Bencana Nasional (NDRRMC) mengumumkan jumlah korban tewas topan Trami menjadi 21 orang. Menurut warta AP pada Sabtu (24/8/2013), topan itu dalam khazanah lokal Filipina dikenal dengan nama Maring.

Secara rinci, kata NDRRMC, seluruh korban tewas itu disebabkan hujan lebat di Luzon, Utara Filipina. Dari jumlah itu, 12 korban tewas berasal dari Calabarzon. Lalu, 8 dari Luzon Tengah, dan 1 dari Ibukota Wilayah Nasional. "Korban hilang ada 4 dan korban luka ada 30,"kata pernyataan NDRRMC.

Data NDRRMC juga menunjukkan kalau sekitar 2,5 juta orang atau setara dengan 542.000 keluarga terkena dampak langsung topan itu. Lalu, ada 206.000 warga yang masih mengungsi di 769 pusat evakuasi.

Trami, sejak pekan lalu, membawa angin kencang, hujan deras, dan banjir bandang. Wilayah terlanda kebanyakan di Utara, termasuk ibu kota Filipina, Manila. Dampak kerusakan di sektor infrastruktur dan agrikultur diperkirakan mencapai 633 juta peso atau setara dengan 14,33 juta dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.