Di Jalan Tol, Polwan India "Digilir" Lima Begundal Bersenjata

Kompas.com - 24/08/2013, 17:08 WIB
Ilustrasi korban perkosaan. ShutterstockIlustrasi korban perkosaan.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Bolehlah India mendapat stigma negeri kasus pemerkosaan. Bayangkan, belum hilang di benak kita soal pemerkosaan seorang perempuan juru foto, kasus perkosaan terjadi lagi di negeri itu!

Catatan di laman lokal, Hindu online hari ini, Sabtu (24/8/2013), menunjukkan seorang polisi wanita (polwan) "digilir" alias diperkosa beramai-ramai oleh lima begundal bersenjata. Kejadiannya berawal di Jalan Tol 75 di Distrik Latehar, Mumbai, Jumat subuh, kemarin. Kala itu, seorang polwan dan para anggota keluarganya membawa jenazah saudara laki-lakinya yang tewas beberapa waktu lalu ke rumah salah satu famili.   

Keluarga itu meninggalkan Ranchi, Kamis malam, menuju kampung halaman di Garhwa. Di jalan bebas hambatan itu, kendaraan mereka dihentikan oleh lima orang pria bersenjata. Tiga dari antara mereka merampas barang-barang yang ada di dalam kendaraan.

Tak cuma itu, para begundal itu malah memaksa turun polwan tersebut menuju jembatan tak jauh dari lokasi kendaraan. "Perkosaan bergilir pun terjadilah di situ,"kata polisi yang menangani perkara tersebut.

Sampai berita ini diunggah, polisi memang sudah menangkap para tersangka. Tapi, sejauh ini, kasus tersebut masih dalam proses.

Gantung diri

Sebetulnya, kejadian pemerkosaan terhadap polwan itu cuma selisih sehari dengan perkosaan yang menimpa seorang perempuan juru foto. Korban berusia 22 tahun tersebut tengah memotret lokasi pabrik di pusat kota Mumbai. Dalam kejadian itu, korban diperkosa lima orang.

Kasus perkosaan di India membuat publik marah besar. Momentumnya terjadi tatkala perkosaan yang berujung kematian menimpa seorang mahasiswi kedokteran berusia 23 tahun. Insiden itu terjadi di dalam bus yang tengah berjalan di ibu kota India, New Delhi, Desember 2012. Pelakunya enam orang.

Kasus itu memang sedang dalam proses di pengadilan, meski dalam posisi tertunda. Termutakhir, lima dari enam terdakwa bakal terus diproses hingga vonis. Sementara, satu terdakwa malahan tewas gantung diri di dalam bui.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X