Kompas.com - 24/08/2013, 13:38 WIB
Sapi-sapi asal Australia ABCSapi-sapi asal Australia
|
EditorEgidius Patnistik
BRISBANE, KOMPAS.com — Ketergantungan Indonesia terhadap sapi ekspor dari Australia akan tetap tinggi dalam tahun-tahun mendatang karena investasi di bidang peternakan tidak bergerak signifikan dalam lima tahun terakhir. Demikian juga dengan perdagangan sapi hidup langsung dari Australia juga tidak akan banyak berkurang karena investasi di Indonesia oleh Australia masih sangat kecil.

Dua fakta tersebut terungkap dalam Pertemuan Perdagangan dan Investasi Sapi Indonesia-Australia yang berlangsung selama dua hari di Brisbane (Queensland), 22-23 Agustus.

Menurut Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, investasi di bidang peternakan sapi baik yang dilakukan PMA dan PMDN sejauh ini hanya berjumlah  Rp 117 miliar. Angka ini jauh lebih kecil dari investasi di bidang tanaman pangan dan perkebunan yang mencapai Rp 11 triliun. Dengan demikian investasi asing di bidang peternakan hanya memberikan kontribusi sekitar 1,04 persen dari total investasi pertanian.

Sementara itu, menurut Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga, Indonesia juga hanya berada di urutan 19 dari tujuan investasi Australia di bidang ternak sapi hidup, dengan nilai 25 juta dollar.

Menurut rilis KBRI di Canberra yang diterima koresponden Kompas.com di Australia, L Sastra Wijaya, forum selama dua hari itu dihadiri oleh pejabat tinggi kedua negara seperti Menteri Pertanian Australia Joel Fitzgibbon, anggota parlemen Bob Katter, Menteri Pertanian Negara Bagian Queensland John McVeigh, dan Menteri Pertanian pihak oposisi di Queensland, John Cobb. Forum itu diikuti 150 peserta pelaku industri sapi, perwakilan pemerintah, dan asosiasi terkait, serta perwakilan dari daerah yaitu dari Provinsi Papua, NTT, dan Lampung Selatan.

Hubungan ekspor sapi Australia ke Indonesia terganggu di tahun 2011 setelah adanya laporan penyembelihan tidak "hewani" di beberapa rumah jagal di Indonesia. Australia sempat menghentikan ekspor sapi, tetapi Indonesia kemudian menurunkan kuota besar-besaran. Tindakan ini kemudian menimbulkan dampak ekonomi di masing-masing negara. Di Australia banyak peternak mengalami kesulitan ekonomi karena tidak bisa menjual ternak mereka. Sementara di Indonesia, harga daging melonjak tinggi.

Pertemuan semacam ini sekarang digunakan untuk mencari titik temu, seperti yang dikatakan oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi bahwa Indonesia menghendaki Australia melakukan langkah-langkah konkret tidak hanya sebatas perdagangan, tetapi juga investasi dan kerja sama konkret lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X