Oposisi Australia Ingin Beli Perahu Pencari Suaka

Kompas.com - 23/08/2013, 13:20 WIB
Pemerintah AAustralia sedang mencari tempat baru di Pasifik untuk menampung para pencari suaka saat permohonan mereka diproses. AP PhotoPemerintah AAustralia sedang mencari tempat baru di Pasifik untuk menampung para pencari suaka saat permohonan mereka diproses.
EditorErvan Hardoko

MELBOURNE, KOMPAS.com — Koalisi Oposisi Australia berencana menerapkan kebijakan membeli kapal-kapal tak layak berlayar agar tidak digunakan para pencari suaka.

Kapal-kapal itu akan dibeli dari pemilik yang dikhawatirkan tergiur menjualnya kepada sindikat penyelundup manusia.

 
Juru bicara oposisi bidang imigrasi, Scott Morrison, mengatakan kepada ABC, kebijakan itu mencerminkan fokus pada upaya penangkalan.
 
"Itu meliputi semua, mulai dari meningkatkan secara besar-besaran keterlibatan Australia dalam operasi gabungan dengan Polri. Juga meliputi program pendekatan komunitas, menawarkan uang hadiah, mengunjungi desa-desa, dan membeli kapal kalau bisa," katanya.
 
Ditambahkan, pihaknya juga akan mempromosikan kesadaran bahwa penyelundupan manusia adalah kegiatan kriminal dan tidak sepatutnya didukung dan dianjurkan.

"Ini seperti yang dilakukan menyangkut kontra-terorisme setelah peristiwa Bom Bali," katanya.

 
Sementara itu, Bill Shorten dari Partai Buruh mengolok-olok skema koalisi oposisi itu.

"Nantinya, jenderal bintang tiga Australia akan menulis cek untuk setiap perahu reyot di Asia Tenggara," katanya.

"Kita semua tahu kesepakatan regional permukiman pencari suaka mulai terlihat dampaknya pada penyelundupan manusia. Oposisi semakin kehabisan akal," tambah Bill.

 
"Tunggu sampai kabar ini sampai di Asia Tenggara. Kalau punya kapal reyot yang tidak aman, uang rakyat Australia akan membelinya. Entah siapa yang punya ide itu, tapi saya yakin Partai Liberal mestinya menempatkan orang tersebut dalam program perlindungan saksi," sindir Bill.
 
Perdana Menteri Kevin Rudd juga berkomentar. Rudd menilai rencana Abbott itu sama sekali tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, Scott Morrison mengatakan, komponen signifikan dari rencana kebijakan mereka adalah meningkatkan kemampuan SAR Indonesia, khususnya di pantai selatan Jawa.

"Bukan cuma membangun kemampuan melakukan respons di zona SAR Indonesia, bukan cuma kapal-kapalnya, melainkan pemeliharaan dan dukungan untuk menjalankan operasi tersebut," kata Morrison.

 
Morrison menambahkan, skema itu juga meliputi peningkatan pengawasan udara Australia untuk mendeteksi kapal dan menggunakan informasinya untuk memastikan negeri itu lebih siap dan sigap dalam operasi penyelamatan.
 
Menurut Morrison, semua aspek dari kebijakan itu akan dilakukan, bekerja sama dengan pejabat-pejabat setempat.

"Kita perlu secara signifikan melakukan kerja sama di kawasan, bukan cuma di Indonesia melainkan juga di Malaysia dan Sri Lanka," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X