Rusia: Tim Pemantau Senjata Kimia PBB Harus Minta Izin Assad

Kompas.com - 22/08/2013, 20:03 WIB
Tim peneliti senjata kimia PBB yang diminta menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah, akhirnya melakukan tugasnya di wilayah Turki. AFPTim peneliti senjata kimia PBB yang diminta menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah, akhirnya melakukan tugasnya di wilayah Turki.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia, Kamis (22/8/2013), mengatakan tim inspeksi senjata kimia PBB di Suriah harus mendapatkan izin pemerintahan Bashar al-Assad untuk mengunjungi kawasan yang diklaim menjadi korban serangan senjata kimia di dekat Damaskus.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich mengatakan, wilayah yang dikabarkan menjadi korban serangan senjata kimia itu berada di bawah kekuasaan pemberontak.

Sehingga, lanjut Lukashevich, masalah keamanan juga harus diperhatikan sebelum inspeksi PBB dilakukan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson menjelaskan insiden serangan senjata kimia itu kepada anggota Dewan Keamanan PBB, yang oleh oposisi Suriah diklaim telah menewaskan 1.300 orang.

setelah mendapat penjelasan Eliasson, DK PBB menyatakan akan mencari kebenaran terlbih dahulu terkait situasi di Suriah namun gagal menggalang suara untuk menyatakan kecaman terhadap serangan tersebut.

Seorang diplomat di markas PBB mengatakan Rusia dan China -dua anggota tetap PBB yang juga sekutu Assad- menggagalkan upaya DK PBB mengecam serangan senjata kimia di Ghouta dekat Damaskus itu.

Sejauh ini, pemerintah Suriah membantah telah melakukan serangan senjata kimia di kawasan yang dikuasai pemberontak itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X