Serangan Bom di Pakistan Tewaskan Panglima Militan Pro-Al Qaeda

Kompas.com - 22/08/2013, 19:41 WIB
Mullah Nazir tengah memberikan wawancara untuk sejumlah media di kota Wana, Waziristan Selatan pada 20 April 2007. Mullah Nazir tewas dalam serangan pesawat terbang tanpa awak AS pada Rabu (2/1/2013). S.K KHAN / AFP FILES / AFPMullah Nazir tengah memberikan wawancara untuk sejumlah media di kota Wana, Waziristan Selatan pada 20 April 2007. Mullah Nazir tewas dalam serangan pesawat terbang tanpa awak AS pada Rabu (2/1/2013).
EditorErvan Hardoko
ISLAMABAD, KOMPAS.com — Seorang komandan militan pendukung Al Qaeda tewas akibat ledakan bom pinggir jalan bersama empat rekannya di kota Wana, Waziristan Selatan, Kamis (22/8/2013).

Ghulam Jan Wazir, komandan militan itu, tewas seketika setelah mobil yang ditumpanginya melindas bom di kawasan Sholam, lima kilometer sebelah barat kota Wana.

Seorang pejabat keamanan senior Pakistan mengatakan, Wazir selama beberapa tahun melindungi para pejuang Arab dan Asia Tengah di Waziristan Selatan.

"Dia sangat antipemerintah dan sangat dikenal mendukung para pejuang asing," kata pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya.

Warga setempat juga mengatakan, Wazir memiliki reputasi melindungi orang-orang Uzbekistan, Tajikistan, dan para militan Asia Tengah pada masa lalu.

Wazir merupakan salah seorang dari kelompok pejuang yang dipaksa mundur dari Waziristan Selatan saat Maulvi Nazir, seorang panglima perang yang mendukung pemerintah, meluncurkan kampanye bersenjata pada 2007 melawan para pejuang asing.

Wazir kemudian kembali ke Waziristan Selatan tahun lalu setelah mencapai kesepakatan dengan kelompok Nazir, sebelum Nazir tewas akibat serangan drone AS pada Januari lalu.

Sejauh ini belum ada satu kelompok pun yang menyatakan bertanggung jawab atas kematian Wazir.

Wazir adalah pemimpin militan pro-Al Qaeda ketiga yang tewas di Waziristan Selatan dalam dua tahun terakhir.



Sumber

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X