Jika Serangan Senjata Kimia di Suriah Benar, Perancis Akan Bereaksi

Kompas.com - 22/08/2013, 16:28 WIB
Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius. PATRICK KOVARIK / AFPMenteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius.
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com — Perancis akan bereaksi dengan "kekuatan" jika pembantaian menggunakan senjata kimia di Suriah terbukti benar. Demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, Kamis (22/8/2013), seperti dikutip AFP.

"Jika itu (serangan senjata kimia) terbukti, maka Perancis menyatakan harus ada sebuah reaksi," kata Fabius.

Lebih jauh Fabius mengatakan, reaksi yang dimaksudkannya adalah reaksi dengan "kekuatan", tetapi dia menegaskan sangat tidak mungkin mengirim pasukan militer ke Suriah.

Pada Juni lalu, Fabius sempat memunculkan kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk menghancurkan pusat produksi senjata kimia Suriah, setelah Perancis memastikan Damaskus memiliki senjata kimia.

Namun, dalam pernyataan terbarunya, Fabius tidak menyinggung soal kemungkinan intervensi militer di Suriah terkait kepemilikan senjata kimia.

"Jika Dewan Keamanan PBB tidak mengambil keputusan, maka saat ini keputusan harus diambil dengan cara lain. Bagaimana caranya? Saya tak ingin berbicara lebih jauh lagi," kata dia.

Saat ini, DK PBB tengah mencari kejelasan soal klaim serangan senjata kimia itu. Namun, para diplomat di PBB mengatakan DK PBB tidak akan bisa menghasilkan deklarasi bulat karena tentangan dari China dan Rusia, yang selama dua tahun terakhir mati-matian membela Damaskus.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kondisi ini, lanjut Fabius, Rusia harus menunjukkan tanggung jawabnya.

"Kita tengah berada dalam fase di mana dunia harus yakin bahwa anggota DK PBB tetap konsisten. Semua mengatakan senjata kimia tak boleh digunakan. Semua negara menandatangani konvensi internasional soal pelarangan senjata kimia, termasuk Rusia," papar Fabius.

Sebelumnya, kelompok oposisi Suriah mengklaim 1.300 orang tewas setelah pasukan rezim Bashar al-Assad menyerang kawasan Ghouta di pinggiran Damaskus dengan menggunakan senjata kimia.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X