Rezim Suriah Gunakan Senjata Kimia?

Kompas.com - 22/08/2013, 03:25 WIB
Para korban serangan udara Pemerintah Berkuasa Suriah, Rabu (21/8/2013) dini hari. Tak terlihat darah pada para korban tewas ini. - / SHAAM NEWS NETWORK / AFP - / SHAAM NEWS NETWORK / AFPPara korban serangan udara Pemerintah Berkuasa Suriah, Rabu (21/8/2013) dini hari. Tak terlihat darah pada para korban tewas ini. - / SHAAM NEWS NETWORK / AFP
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BEIRUT, KOMPAS.com - Para aktivis anti-pemerintah Suriah menuduh rezim Assad menggunakan gas beracun dan menewaskan 100 sampai 1.300 orang, termasuk anak-anak, dalam serangan intensif artileri dan roket, Rabu (21/8/2013) dini hari. Serangan menyasar kawasan timur Damaskus.

Serangan militer ini terjadi bertepatan dengan jadwal kunjungan tim pemantau senjata kimia Suriah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kedatangan mereka adalah untuk menyelidiki tiga lokasi yang diduga mengalami serangan menggunakan zat kimia selama setahun terakhir.

Serangkaian gambar bermunculan di beragam media massa dan jejaring sosial, yang memperlihatkan tubuh pucat dan tak bernyawa anak-anak, yang berderet di lantai darurat rumah sakit.

Dari gambar lain juga terlihat anak-anak lain menggunakan masker oksigen saat menjalani pemeriksaan oleh paramedis. Terlihat pula di antara anak-anak ini, balita yang masih mengenakan popok. Tak terlihat darah maupun luka pada para korban ini.


Kematian dilaporkan terus meningkat, Rabu (21/8/2013), menjadikannya sebagai insiden paling mematikan dari dugaan penggunaan senjata kimia sepanjang perang sipil di Suriah. Jumlah korban masih rancu, berkisar antara 100 sampai 1.300 orang.

Menteri Informasi Suriah mengatakan klaim para aktivis tersebut mengecewakan dan dibuat untuk menyesatkan misi PBB. Presiden Perancis menuntut pemberian akses pada tim PBB mendatangi lokasi dugaan sasaran serangan tersebut.

Sementara Menteri Luar Negeri Inggris menyatakan bila klaim soal penggunaan gas beracun ini terverifikasi, maka serangan ini menandai lonjakan mengejutkan dari penggunaan senjata kimia di Suriah.

Adapun Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat "sangat prihatin" dengan laporan ini. Juru bicara Josh Earnest mengatakan Gedung Putih telah meminta bahwa PBB "mendesak menyelidiki tuduhan baru."

Liga Arab yang berbasis di Mesir mengutuk serangan mengerikan terhadap warga sipil ini dan menyerukan digelarnya penyelidikan.

Serangan militer terjadi Rabu pukul 03.00 waktu setempat di timur Damaskus, tepatnya di kawasan Zamalka, Arbeen dan Ein Tarma. Data ini berdasarkan laporan tim pemantau HAM dari Inggris di Suriah.

Serangan bom yang intensif dan desingan pesawat tempur yang melintas, terdengar sepanjang Selasa (20/8/2013) malam hingga Rabu pagi. Asap kelabu memayungi kota-kota ini.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Internasional
Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Internasional
Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Internasional
Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi 'Medan Perang'

Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi "Medan Perang"

Internasional
Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Internasional
Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Internasional
Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Internasional
Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Internasional
Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Internasional
Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Internasional
Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

Internasional
Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Internasional
Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Internasional
Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X