Uni Eropa Sepakat Tunda Pengiriman Senjata ke Mesir

Kompas.com - 21/08/2013, 22:19 WIB
Bendera Uni Eropa terlihat di luar markas Komisi Eropa di Brussels. Uni Eropa akan meninjau kembali hubungannya dengan Mesir, menyusul kekerasan yang berlangsung di wilayah tersebut. ReutersBendera Uni Eropa terlihat di luar markas Komisi Eropa di Brussels. Uni Eropa akan meninjau kembali hubungannya dengan Mesir, menyusul kekerasan yang berlangsung di wilayah tersebut.
EditorErvan Hardoko
BRUSSELS, KOMPAS.com — Para menteri luar negeri Uni Eropa, Rabu (21/8/2013), sepakat untuk menunda penjualan peralatan keamanan dan persenjataan ke Mesir.

Keputusan ini merupakan hasil pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di ibu kota Belgia, Brussels, yang khusus diagendakan untuk membahas krisis politik Mesir.

Sebelum pembicaraan digelar, para menlu Uni Eropa sudah sepakat untuk mengecam aksi kekerasan yang memakan ratusan korban jiwa di Mesir dalam beberapa hari belakangan ini.

"Kami harus mengecam keras kekerasan ini. Sangat penting bagi Uni Eropa untuk menyatakan pendapatnya," kata Menlu Swedia Carl Bildt.

Pendapat Bildt itu didukung oleh Menlu Jerman Guido Westerwelle.

"Peran Eropa memang sangat terbatas. Namun, kami harus gunakan secara maksimal keterbatasan itu," ujar Westerwelle.

Selain kecaman, hal lain yang sebelum pembicaraan dihelat juga tampaknya bakal mendapat persetujuan adalah membekukan bantuan militer dan menghentikan ekspor senjata atau barang yang bisa digunakan untuk melakukan represif.

Inggris, Jerman, Italia, dan Belanda tampaknya akan mengadopsi opsi ini untuk menekan Mesir agar menghentikan tindakan represif aparat keamanan terhadap pengunjuk rasa pro-Muhammad Mursi.

"Mengirim senjata (untuk Mesir) pekan ini, pekan depan, atau dalam waktu dekat, bukan tindakan tepat," kata Menlu Belanda Frans Timmerman.

Namun, opsi memangkas bantuan ekonomi dan sanksi perdagangan untuk Mesir tampaknya kurang mendapat dukungan.

"Langkah itu akan kontraproduktif," kata Menlu Italia Emma Bonino.

Baik Uni Eropa maupun Amerika Serikat sudah mengeluarkan kecaman keras terkait kekerasan yang terjadi di Mesir. Namun, Uni Eropa dan Amerika Serikat belum kunjung menyebut tergulingnya Muhammad Mursi pada 3 Juli lalu sebagai kudeta militer.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X