Kompas.com - 19/08/2013, 15:42 WIB
|
EditorJosephus Primus

Pada Agustus setahun silam, 51 orang meninggal dunia dan 2 juta jiwa lainnya terkena dampak hujan deras selama 48 jam tak henti. Lokasi genangan air terparah justru di Kota Manila.

Sebelumnya, pada 2009, Kota Manila juga menerima bencana topan Ketsana. Kala itu, 80 persen dari luas kota terendam banjir.

Belum tuntas bencana oleh Ketsana, Filipina mesti menanggung dampak badai Parma. Tercatat, badai yang datang saling menyusul itu membunuh seribu warga.

Topan paling mematikan adalah Bopha yang melanda Filipina setahun silam. Korban tewas lebih dari seribu orang. Sementara korban hilang di atas angka 800 orang.

Seperti negara berkembang lainnya, Filipina, termasuk ibu kota Manila, masih terkendala penataan wilayah. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi membuat berbagai lahan resapan dan bahkan hutan berubah menjadi kota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.