Kompas.com - 19/08/2013, 13:47 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Perhelatan Forum Pengusaha Muda ASEAN-China sejak Senin (19/8/2013) sampai dengan Kamis (22/8/2013), di International Convention Center Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam menjadi momentum realisasi Komunitas Ekonomi ASEAN pada dua tahun mendatang. Sementara, pertemuan kali kelima ini juga menjadi ajang bagi Indonesia berperan secara ekonomi di regional.

Sebagaimana warta yang disampaikan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) kemarin, Indonesia menjalani forum ini sebagai bentuk peningkatan dan penguatan hubungan bisnis internasional. "Indonesia yang tergabung dalam ASEAN memiliki mitra dagang strategis seperti Jepang, India, dan China. China adalah mitra dagang terbesar ASEAN,"kata Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri BPP Hipmi sekaligus Ketua Organizing Committee Muhammad Mansur di Jakarta.

Tajuk pertemuan empat hari itu adalah "Renewing Prospect for Growth".

Menurut Mansur, kemudian, implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 yang bertujuan mendorong efisiensi dan daya saing ekonomi kawasan akan mengubah paradigma dan struktur perekonomian regional. Produk Domestik Bruto (PDB) ASEAN 2011 mencapai 2 triliun dollar AS. Ke depan, PDB ini akan mencapai 10 triliun dollar pada  2030. "Kalau ini tercapai,  hal tersebut membuat ASEAN sangat menjanjikan banyak peluang bisnis dan Investasi,"kata Mansur.

Sementara itu, potensi perdagangan ASEAN-China akan mencapai 500 miliar dollar AS pada 2015.

Aktif

Menurut Mansur, selanjutnya, pihaknya melihat forum ini adalah satu media komunikasi dan konsolidasi antarpengusaha muda regional yang sangat strategis untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan masa depan Ekonomi ASEAN - China yang lebih baik, "Kami bertekad menjadikan Indonesia mampu menjadi pemain utama tidak hanya menjadi pasar potensial,"katanya menekankan.

BPP Hipmi, terang Mansur, dalam kesempatan ini mengirim 35 utusan pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Mereka bakal mengikuti serangkaian diskusi dan pembahasan tentang kemajuan tantangan dan peluang ekonomi serta investasi kawasan ASEAN dan China. Mereka juga akan ikut ambil bagian dalam diskusi soal konsepsi peran strategis pengusaha muda dalam mewujudkan perdamaian, kesetaraan dan kesejahteraan  ASEAN –China.

Pengurus teras BPP Hipmi seperti Ketua Umum Hipmi Raja Sapta Oktohari dan Ketua Steering Committee Aswin Tomo Andi Lolo ikut melepas delegasi ke Brunei rersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.