Kompas.com - 19/08/2013, 08:58 WIB
|
EditorEgidius Patnistik
CANBERRA, KOMPAS.COM - Media Australia tampaknya sepakat untuk mengatakan bahwa "Bulan Madu" Perdana  Menteri Kevin Rudd sudah berakhir.

Dalam masa kampanye sekarang ini menjelang pemilu 7  September, beberapa jajak pendapat dalam 3 minggu terakhir menunjukkan kepopuleran Kevin Rudd semakin menurun. Jajak terakhir yang dilakkan Newspoll yang diterbitkan harian The Australian hari Senin (19/8) menunjukkan bahwa dukungan terhadap Partai Buruh turun menjadi 34 persen,  tertinggal delapan angka dari partai Liberal.

Dukungan terhadap PM Rudd sendiri sekarang ini lebih buruk dibandingkan ketika  dia menjadi Perdana Menteri di tahun 2010, sementara kepopuleran pemimpin oposisi Tony  Abbott semakin tinggi. Jajak Newspoll yang dilakukan akhir pekan menunjukkan dukungan terhadap Partai  Buruh hanya 34 persen, sementara sokongan untuk pihak oposisi 47 persen.

Dalam reaksinya ketika ditanyai oleh program Channel 7 Sunrise, Rudd mengatakan  masa kampanye baru berlangsung "seperempat dari masa waktu sebenarnya." "Masih banyak hal yang layak untuk diperjuangkan," kata Rudd. "Kalau anda melihat  karir politik saya sebelumnya, perjalanan saya tidak mudah, dan banyak orang tidak  mengganggap saya akan berhasil," kata Rudd.

Sebagai pilihan siapa yang pantas menjadi Perdana Menteri, Rudd masih unggul  dibandingkan Abbott dengan perbandingan 43-41, tetapi dukungan terhadap Rudd menurun 3  angka dari jajak sebelumnya, sementara kepopuleran Abbott naik 4 angka. Dalam tanggapannya terhadap tuduhan media bahwa Partai Buruh melakukan taktik  kampanye negatif, Kevin Rudd mengatakan bahwa dia hanya melakukan "serangan balik terhadap  fakta yang ada."

Dalam iklan di televisi, Partai Buruh menyebut bahwa "Bila dia menang, anda yang  kalah" dengan gambar Tony Abbott, sambil menyebut bahwa pihak oposisi akan memotong  pembayaran untuk anak-anak sekolah, mengurangi dana pembiayaan sekolah, dan memotong 12  ribu lapangan kerja.

Menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia L Sastra Wijaya, ketika  menjadi PM lagi bulan Juni lalu menggusur Julia Gillard, Kevin Rudd menjanjikan untuk  menghilangkan "cara-cara negatif dalam berpolitik." "Anda bisa mengatakan ini negatif," kata Rudd kepada Sunrise.

"Kami mengatakan  ini untuk menekankan fakta hal yang akan terjadi di Australia bila Abbott menjadi Perdana  Menteri. Saya kira ini pertanyaan yang valid karena strategi politik mereka saat ini  tidak ada yang jelas," tambah Rudd.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.