Cuaca Buruk, Pencarian Korban Tabrakan Feri di Filipina Dihentikan

Kompas.com - 18/08/2013, 03:52 WIB
Tim penyelamat sedang mengangkat seorang korban tewas akibat tabrakan antara sebuah kapal feri dengan kapal barang di dekat pelabuhan kota Cebu, Filipina, Jumat (16/8/2013) malam. Sejauh ini korban tewas tercatat 31 orang dan 171 orang lainnya masih dinyatakan hilang. TED ALJIBE / AFPTim penyelamat sedang mengangkat seorang korban tewas akibat tabrakan antara sebuah kapal feri dengan kapal barang di dekat pelabuhan kota Cebu, Filipina, Jumat (16/8/2013) malam. Sejauh ini korban tewas tercatat 31 orang dan 171 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
EditorErvan Hardoko
MANILA, KOMPAS.com - Cuaca buruk pada Sabtu (17/8/2013), membuat tim penyelamat Filipina menunda pencarian 171 orang yang hilang akibat tabrakan kapal feri dan kapal kargo di dekat pelabuhan Cebu, Filipina.

Dalam kecelakaan yang terjadi pada Jumat (16/8/2013) malam itu, sebanyak 31 orang dari 831 orang penumpang feri St Thomas Aquinas meninggal dunia.

Pasukan penjaga pantai dan angkatan laut Filipina, dibantu para nelayan, bekerja keras sepanjang Jumat malam hingga Sabtu pagi dan berhasil menyelamatkan 629 orang penumpang.

Namun, cuaca buruk yang terjadi pada Sabtu siang, membuat pemerintah menghentikan sementara upaya pencarian 171 orang penumpang yang masih hilang.


"Hujan sangat deras, ditambah angin kencang dan ombak besar," kata juru bicara AL Filipina Letnan Kolonel Gregory Fabic.

Fabic menambahkan, ombak besar juga membuat para penyelam kesulitan mencapai kapal feri yang tenggelam untuk mencari korban yang kemungkinan masih terjebak.

Meski demikian, lanjut Fabic, tim penyelamat belum menyerah dan berharap masih ada penumpang selamat bisa ditemukan.

Namun Wakil Komandan Pasukan Penjaga Pantai Laksamana Muda Luis Tuason mengatakan, jumlah korban tewas hampir pasti akan bertambah.

"Kapal feri itu begitu cepat tenggelam, sehingga kemungkinan besar masih banyak orang yang terjebak di dalamnya," kata Tuason.

Kapal feri merupakan salah satu moda transportasi penting di Filipina yang memiliki lebih dari 7.000 pulau, khususnya bagi warga miskin yang tak mampu membeli tiket pesawat terbang.

Namun, kecelakaan kapal laut di negeri ini sering terjadi. Penyebab utamanya adalah standar keselamatan yang buruk serta penegakan hukum yang lemah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X