Kompas.com - 17/08/2013, 06:10 WIB
Ribuan orang dari sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Peduli Mesir memadati Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (16/8/2013), menuju Markas Perwakilan PBB di Jakarta. KOMPAS.com/RAHMAT PATUTIERibuan orang dari sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Peduli Mesir memadati Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (16/8/2013), menuju Markas Perwakilan PBB di Jakarta.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan orang yang tergabung dalam South East Asia Humanitarian Committee (SEAHUM) berunjuk rasa di depan kantor PBB di Jakarta, sebagai bentuk solidaritas kepedulian atas "pembantaian" di Mesir. Masyarakat juga diingatkan bahwa Ikhwanul Muslimin Mesir sudah banyak berjasa bagi Indonesia.

"Pengakuan kemerdekaan RI secara de facto oleh Mesir pada 22 Maret 1946 atas desakan rakyat mesir bernama Ikhwanul Muslim," tegas Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin, Jumat (16/8/2013). Dari sisi lain, imbuh dia, kasus Mesir harus dilihat sebagai sebuah aksi damai masyarakat sipil yang disikapi oleh pemerintah sementara Mesir dengan kekuatan bersenjata militer.

"Berbagai lapisan masyarakat turun menyuarakan aspirasinya, memprotes pengambilalihan kekuasan hasil demokrasi oleh kekuatan militer. Tak ada senjata, tak ada kekerasan dalam aksi protes ini. Anak- anak, perempuan, manula, tak luput dari sasaran kekerasan (aparat keamanan Mesir)," papar Ahyudin.

Selain itu, tambah Ahyudin, Mesir punya peran penting terhadap pendidikan, termasuk bagi Indonesia. Tak kurang dari 5.000 mahasiswa Indonesia kini masih belajar di Mesir, terutama di Al-Azhar. Bertahun-tahun, kata dia, intelektual Indonesia banyak pula yang mendapatkan pendidikan dari Mesir.

Krisis politik Mesir, tambah Ahyudin, juga berpotensi menjadikan kalangan intelektual yang terlibat dalam aksi damai terhadap penggulingan Presiden Mesir Muhammad Mursi menjadi korban.

"Rabu Berdarah" di Mesir berawal dari upaya paksa pihak keamanan Mesir mengusir demonstran pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi pada Rabu (14/8/2013). Kejadian pengusiran paksa ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa massal.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, setidaknya 638 orang tewas tak kurang dari 4.000 orang luka-luka. Sementara itu, Ikhwanul Muslimin mengatakan, korban tewas sesungguhnya diperkirakan mencapai 2.600 orang. Korban luka pun mencapai 10.000-an orang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.