Kompas.com - 16/08/2013, 16:14 WIB
Sekelompok pengunjuk rasa berhasil menggulingkan sebuah mobil polisi dari sebuah jalan layang di Kairo, Rabu (14/8/2013). Kementerian kesehatan Mesir menyatakan korban tewas akibat bentrokan sepanjang Rabu menewaskan  525 orang dan mencederai 3.717 orang lainnya. AP PhotoSekelompok pengunjuk rasa berhasil menggulingkan sebuah mobil polisi dari sebuah jalan layang di Kairo, Rabu (14/8/2013). Kementerian kesehatan Mesir menyatakan korban tewas akibat bentrokan sepanjang Rabu menewaskan 525 orang dan mencederai 3.717 orang lainnya.
EditorJodhi Yudono

Awalnya, oleh padatnya penduduk di sepanjang aliran sungai Nil, berdirilah dua kerajaan yang disebut Mesir Hulu (di selatan) dan Mesir Hilir (di utara). Ini berlangsung sekira 3000 SM atau pada awal Zaman Perunggu. Di tengah perjalanan, raja Mesir Hulu menaklukan raja Mesir selatan dan membuat Mesir menjadi satu kerajaan, yang disebut Mesir. Pemimpin kerajaan ini kemudian disebut Firaun.

Sejak masa tersebut, sejarah Mesir kuno diwarnai dengan kemakmuran dan juga tragedi. Setidaknya ada 31 dinasti sebelum berakhir pada Dinasti Ptolemaik (323-30 sebelum Masehi). Tercatat, Mesir pernah terpecah menjadi banyak kerajaan kecil pada 2200 SM. Namun pada 2040 SM, para firaun berhasil menyatukan kembali Mesir untuk kemudian mendirikan Kerajaan Pertengahan (2040-1633 SM), namun para firaun Kerajaan Pertengahan tak sekuat para firaun Kerajaan Lama. Sekitar 1800 SM, para firaun Kerajaan Pertengahan kemballi kehilangan kekuasaan.

Selama Periode Pertengahan Kedua, bangsa Hyksis dari utara menginvasi Mesir dan menguasai Mesir Hilir untuk sementara waktu. Sekitar 1500 SM, para firaun Mesir dari Mesir Hulu berhasil mengusir bangsa Hyksos dan menyatukan kembali Mesir dalam satu negara yang disebut Kerajaan Baru (1558-1085 SM). Masa ini disebutkan dalam Injil dan Al Qur'an, yaitu tentang penindasa Bani Israel (bangsa Yahudi) oleh bangsa Mesir. Pada akhir Zaman Perunggu, terjadi krisis umum di seluruh Mediterania Timur dan Asia Barat. Bersama dengan hancurnya peradaban Mykenai dan Het, pemerintahan Mesir juga runtuh, berujung pada Periode Pertengahan Ketiga (1085-525 SM). Selama periode ini, para raja Afrika timur dari sebelah selatan Mesir, tepatnya dari Nubia, menguasai sebagian besar wilayah Mesir.

Setelah itu pada 525 SM, Kambyses, raja Persia, memimpin pasukan menuju Mesir dan menaklukannya. Ia menjadikan Mesir bagian dari Kekaisaran Persia. Bangsa Mesir tidak suka diperintah oleh Persia, namun mereka tak cukup kuat untuk melawan. Ketika Aleksander Agung menaklukan Kekaisaran Persia pada 32 SM, ia juga merebut Mesir pada tahun yang sama, dan para penerus Aleksander yang beretnis Yunani berkuasa di Mesir setelah kematiannya pada 332 SM. Masa ini disebut pula periode Hellenistik. Pada masa ini, ratu Kelopatra, yang merupakan perempuan Yunani dan Firaun Mesir, berkuasa. Setelah Kelopatra meninggal, Romawi menaklukan Mesir dan menjadikannya bagian dari Kekaisaran Romawi selama ratusan tahun (30 SM-700 M). Dan setelahnya, pasukan Umayyah yang menyerbu Mesir berhasil menaklukan wilayah ini dan menjadikan Mesir bagian dari Kekhalifahan Islam, menggantikan kekuasaan Romawi di Mesir.

***
Demikianlah, riwayat Mesir kuno nampaknya terus berulang saat Mesir telah berubah menjadi pemerintahan republik. Di era pemerintahan modern pun, Mesir masih diwarnai dengan kudeta dan kekerasan. Revolusi dan militer, adalah dua kata yang sangat akrab bagi riwayat perjalanan Mesir. Sejarah mencatat, pada musim semi 1919, seorang nasionalis Mesir yang dikucilkan Inggris di Malta bernama Saad Zaghlul berhasil mengusir Inggris dan sekaligus menjadikan Mesir beroleh kemerdekaan pada 22 Januari 1922 dan menunjuk Raja Farouk sebagai pemegang kendali pemerintahan.

Raja Farouk yang dinilai tak memikirkan rakyatnya dan hidup berfoya-foya, akhirnya dilengserkan melalui revolusi. Rakyat turun ke jalan menuntut Raja Farouk turun pada Sabtu kelabu. Maka peristiwa itu pun dikenal dengan sebutan Black Saturday yang ditengarai dengan penggulingan sang raja melalui kudeta militer pada 23 Juli 1952 pimpinan Letkol Gamal Abdul Nasser dan kelak mengantarkannya sebagai presiden Mesir.

Nasser meninggal akibat penyakit jantung pada 28 September 1970. Salah satu tokoh militer bernama Anwar Sadat menggantikannya sebagai presiden. Pada masa pemerintahan Anwar Sadat, pernah juga terjadi gejolak, yakni saat sang presiden menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada 1979 di Camp David. Presiden ke-3 Mesir itu pun tewas terbunuh dalam sebuah parade militer oleh kelompok radikal pada 6 Oktober 1981.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sadat mangkat, Hosni Mubarak terpilih sebagai presiden. Hosni dinilai korup, dan terjadilah demo untuk menurunkannya. Puncaknya pada 25 Januari 2011, Mubarak kehilangan kekuasaannya.

Mubarak lengser, Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin--faksi Islam terbesar di Mesir--terpilih sebagai presiden. Tapi pada masa pemerintahan Mursi, gejolak demonstrasi tak kunjung padam walaupun Mursi memenangi 51, 7% suara yang menjadikan Mursi sebagai Presiden sipil Mesir yang pertama lewat sistem pemilihan yang demokratis. Pihak oposisi menganggap Mursi terlalu mengistimewakan Ikhwanul Muslimin yang menguasai seluruh kursi legislatif hingga menimbulkan ketidakpuasan di pihak oposisi.

Kepemimpinan Mursi makin panas saat ia mengeluarkan dekrit yang memberikan kekuasaan terpusat pada dirinya sendiri pada 22 November 2012 sehingga menimbulkan anggapan Mursi berniat menjadi diktator baru. Akibatnya demonstrasi besar kembali terjadi. Mursi akhirnya mencabut dekrit itu pada 8 Desember 2012, tapi rupanya bara yang sudah telanjur sulit untuk dipadamkan. Puncaknya, 3 Juli 2013, kekuasaan Mursi pun tumbang oleh oposisi yang didukung militer.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.