Komisi HAM PBB Serukan Investigasi "Rabu Berdarah" Mesir

Kompas.com - 15/08/2013, 21:12 WIB
Seorang sukarelawan tertidur karena kelelahan sementara di belakangnya puluhan jenazah korban kerusuhan disemayamkan di sebuah masjid di kota Kairo, Mesir. Bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa pro-Mursi telah menewaskan 525 orang. MAHMOUD KHALED / AFPSeorang sukarelawan tertidur karena kelelahan sementara di belakangnya puluhan jenazah korban kerusuhan disemayamkan di sebuah masjid di kota Kairo, Mesir. Bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa pro-Mursi telah menewaskan 525 orang.
EditorErvan Hardoko
GENEVA, KOMPAS.com - Ketua Komisi HAM PBB Navi Pillay, Kamis (15/8/2013), mendesak digelarnya penyelidikan menyeluruh terhadap aksi aparat keamanan Mesir yang membubarkan pengunjuk rasa pro-Muhammad Mursi.

"Jumlah korban tewas dan luka, bahkan jumlah versi pemerintah, menunjukkan adanya penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap para pengunjuk rasa," kata Pillay.

"Sudah sepantasnya digelar sebuah investigasi yang independen, imparsial, efektif, dan kredibel terkait aksi aparat pemerintah," tambah Pillay.

Menurut data Kementerian Kesehatan Mesir, kerusuhan sepanjang Rabu (14/8/2013) di Kairo dan beberapa daerah di Mesir mengakibatkan sedikitnya 525 orang tewas.

Namun, Ikhwanul Muslimin memiliki perhitungan korban yang berbeda. Kelompok penyokong Muhammad Mursi ini menyatakan 2.600 orang tewas dan lebih dari 10.000 orang terluka.

Baca tentang


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X