Kompas.com - 15/08/2013, 20:40 WIB
Keluarga muslim tiba di penampungan sementara di sebuah biara di Lashio di negara bagian Shan, Myanmar, 30 Mei 2013. Pasukan keamanan berpatroli setelah kerusuhan agama meletus yang menewaskan satu orang dan beberapa terluka. AFP PHOTO / YE AUNG THUKeluarga muslim tiba di penampungan sementara di sebuah biara di Lashio di negara bagian Shan, Myanmar, 30 Mei 2013. Pasukan keamanan berpatroli setelah kerusuhan agama meletus yang menewaskan satu orang dan beberapa terluka.
EditorErvan Hardoko
YANGON, KOMPAS.com - Enam pria Buddha Myanmar akan menjalani sidang terkait pembunuhan 10 warga Muslim di wilayah barat negeri itu tahun lalu. Demikian pernyataan pemerintah Myanmar, Kamis (15/8/2013).

"Keenam orang itu didakwa melakukan pembunuhan para penumpang bus. Sidang akan digelar 26 Agustus," ujar seorang perwira polisi yang tak ingin disebutkan namanya.

Keenam orang itu ditangkap bulan lalu dan sudah menjalani sidang di pengadilan lokal pada Selasa lalu untuk mendengarkan dakwaan.

Insiden pembunuhan itu terjadi pada 3 Juni 2012. Sekelompok warga Buddha menghentikan sebuah bus lalu menyeret para penumpangnya keluar sebelum kemudian membunuh mereka.

Insiden itu dipicu kasus perkosaan yang menimpa seorang perempuan Rakhine di distrik Thandwe. Warga kemudian menuding umat Muslim sebagai pelaku perkosaan.

Pemerintah Myanmar sudah memenjarakan 20 warga Buddha antara dua hingga 10 tahun penjara terkait peran mereka dalam kerusuhan sektarian di Meiktila, Myanmar tengah yang menewaskan sedikitnya 44 orang.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.