PM Turki Desak DK PBB Bersidang soal Mesir

Kompas.com - 15/08/2013, 14:41 WIB
Pasukan keamanan Mesir mengawal seorang wanita dengan seorang anak saat pasukan keamanan membersihkan kamp yang didirikan para pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi di dekat Universitas Kairo, Giza, Mesir, 14 Agustus 2013. AP PHOTO / HUSSEIN TALLALPasukan keamanan Mesir mengawal seorang wanita dengan seorang anak saat pasukan keamanan membersihkan kamp yang didirikan para pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi di dekat Universitas Kairo, Giza, Mesir, 14 Agustus 2013.
EditorEgidius Patnistik
ANKARA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan, Kamis (15/8/2013), mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB bersidang dan bertindak cepat setelah apa yang ia gambarkan sebagai sebuah pembantaian di Mesir.

"Mereka yang masih tinggal diam dalam menghadapi pembantaian ini sama bersalahnya dengan orang-orang yang melakukan (pembantaian) itu. Dewan Keamanan PBB harus mengadakan sidang segera," kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers di Ankara seperti dikutip Reuters.

Jumlah korban tewas dalam pembubaran paksa sejumlah tenda dan perkemahan para pendukung Muhammad Mursi, presiden terguling Mesir, oleh pasukan keamanan Mesir di Kairo pada Rabu kemarin terus bertambah. Berdasarkan laporan sementara, dari keterangan kementerian dalam negeri Mesir sebagaimana dikutip kantor berita AFP, korban tewas telah mencapai 343 orang. Seorang pejabat kementerian, Khaled al-Khatib, mengatakan kepada AFP bahwa dari jumlah itu, 300 orang merupakan warga sipil dan 43 lainnya petugas polisi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X