Kompas.com - 15/08/2013, 02:58 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KAIRO, KOMPAS.com — Korban jiwa dari serangan terhadap perkemahan para demonstran pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Rabu (14/8/2013), terus bertambah. Kementerian Kesehatan Mesir menyebutkan 211 orang tewas. Sementara Menteri Dalam Negeri Mesir Mohammed Ibrahim mengatakan, 43 petugas keamanan Mesir tewas.

"Setidaknya 211 orang tewas," lapor televisi pemerintah Nile TV mengutip pernyataan dari Kementerian Kesehatan Mesir, Rabu (14/8/2013) malam waktu setempat atau Kamis (15/8/2013) dini hari. Tidak ada rincian dari pernyataan ini.

Sementara Ibrahim mengatakan, 43 petugas keamanan tewas dalam insiden berdarah tersebut. "Delapan belas polisi, termasuk dua jenderal dan dua kolonel, 15 polisi, sembilan wajib militer, dan seorang pegawai sipil polisi," rinci dia.

Dengan terus bertambahnya korban tewas, insiden pada Rabu ini menjadi peristiwa tunggal paling berdarah sejak revolusi Mesir pada 2011 yang menjatuhkan rezim Hosni Mubarak. Kutukan dan kecaman datang dari beragam kalangan internasional.

Lihat foto lengkap dalam album: Pembantaian di Mesir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber CNN.com,,AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.