Presiden Iran Tunjuk Seorang Perempuan sebagai Wakilnya

Kompas.com - 14/08/2013, 09:58 WIB
Hassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Rohani terpiliha sebagai presiden Iran pada 14 Juni lalu. AFPHassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Rohani terpiliha sebagai presiden Iran pada 14 Juni lalu.
EditorEgidius Patnistik
TEHERAN, KOMPAS.com — Presiden Iran Hassan Rohani, yang telah berjanji untuk mendukung peningkatan partisipasi perempuan dalam masyarakat Iran, telah menunjuk Elham Aminzadeh sebagai wakil presiden untuk urusan hukum.

Rohani menyebut "kompetensi ilmiah dan kualifikasi yudisial serta pengalaman legislatif dan kepatutan moral" perempuan itu dalam surat pengangkatannya, yang diterbitkan di situs web presiden. Rohani menunjuk mantan menteri industri Eshagh Jahangiri sebagai wakil presiden pertamanya sehari setelah ia mengambil sumpah jabatan.

Selama kampanye presiden, Rohani berjanji untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi perempuan. Rohani, seorang pengacara dan ulama, juga mengecam pemerintahan mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad karena meningkatkan patroli polisi dan penggunaan pasukan untuk memastikan rambut dan lekuk tubuh perempuan tertutup.

Bloomberg, yang mengutip laporan kantor berita Republik Islam dan kantor berita milik pemerintah, Fars, melaporkan, Aminzadeh, seorang mantan anggota parlemen, meraih gelar doktor dalam bidang hukum internasional dari Universitas Glasgow di Inggris dan mengajar di Allameh Tabatabaei University di Teheran. Tesis doktor Aminzadeh berjudul "PBB dan Perdamaian dan Keamanan Internasional: Sebuah Analisis Hukum dan Praktis".


Sejumlah aktivis perempuan telah mengecam Rohani karena hanya mencalonkan laki-laki untuk 18 anggota kabinetnya. Latar belakang dan kualifikasi para calon itu sedang dikaji parlemen pekan ini untuk mendapatkan persetujuan.

Penunjukan tersebut merupakan "langkah yang baik" dalam memerangi diskriminasi yang dirasakan perempuan Iran di tempat kerja. Demikian kata Shahla Ezazi, seorang sosiolog dan direktur studi kelompok perempuan di Asosiasi Sosiologi Iran di Teheran.

Ezazi mengatakan, dirinya tidak akrab dengan Aminzadeh dan tidak dapat mengomentari prestasinya atau kecocokannya untuk peran barunya itu.

Kehadiran perempuan dalam Pemerintah Iran bukan tanpa preseden. Mohammad Khatami, Presiden Iran periode 1997-2005, menunjuk seorang perempuan sebagai wakil presiden untuk pertama kalinya. Pada masa Ahmadinejad, yang menjadi presiden selama delapan tahun sampai awal bulan ini, Republik Islam Iran punya menteri perempuan pertama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X