Kompas.com - 14/08/2013, 08:15 WIB
Menlu AS John Kerry (tengah) bersama perunding Israel Tzipi Livni (kanan) dan perunding Palestina Saeb Erakat di Washington (30/7). ReutersMenlu AS John Kerry (tengah) bersama perunding Israel Tzipi Livni (kanan) dan perunding Palestina Saeb Erakat di Washington (30/7).
EditorEgidius Patnistik
BOGOTA, KOMPAS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, yang tengah berada di Bogota, Kolombia, Senin (12/8), mendesak Palestina ”tidak bereaksi negatif” terhadap sikap Israel yang akan membangun permukiman baru di wilayah pendudukan di Jerusalem timur dan Tepi Barat.

Kerry juga mendesak semua pihak bergerak maju dan menekankan pentingnya kembali ke pembicaraan damai yang akan dilakukan Rabu ini.

Di tengah rencana dialog perdamaian baru yang akan dimulai lagi setelah terhenti tiga tahun, Israel pada hari Minggu lalu justru menyetujui pembangunan sekitar 800 rumah di Jerusalem timur dan sekitar 400 rumah di Tepi Barat. Hal ini membuat berang para pejabat Palestina. Mereka menganggap keputusan Israel tersebut justru memperkeruh suasana menuju pembicaraan damai tersebut.

Selain mengumumkan rencana pembangunan permukiman, Israel juga mengumumkan bahwa mereka akan melepas 26 tahanan warga Palestina menjelang dimulainya kembali pembicaraan damai hari Rabu ini di Jerusalem. Jumlah tahanan Palestina yang akan dibebaskan dalam empat tahap sebanyak 104 orang. Itu pun masih tergantung pada perkembangan pembicaraan damai nanti.

Ketua juru runding Palestina, Saeb Erekat, menggarisbawahi pentingnya pembebasan para tahanan tersebut agar pembicaraan damai dapat dilanjutkan. ”Kami berharap apa yang telah kita sepakati akan dilaksanakan. Kami berharap 104 tahanan dibebaskan,” kata Erekat.

Beberapa menteri Israel mengecam pembebasan tahanan pemerintah tersebut, tetapi Palestina juga mengecam rencana pembangunan pemukiman.
Ilegal

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam rencana Israel untuk membangun 1.200 rumah/permukiman baru di wilayah pendudukan dan mengatakan bahwa hal tersebut ilegal dan merugikan upaya perdamaian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembicaraan perdamaian yang terakhir terjadi pada 2010 dan terhenti karena isu pembangunan permukiman tersebut. Palestina mengecam rencana pembangunan itu dan mengancam untuk walk out menjelang pembicaraan damai Rabu ini.

Kerry, dalam perjalanannya ke Kolombia, terus berusaha untuk menetralisasi suasana.

”Kami sudah tahu bahwa akan ada kelanjutan pembangunan di tempat-tempat tertentu dan saya pikir orang-orang Palestina mengerti hal tersebut,” ujar Kerry. Namun, dia menambahkan, ”Saya pikir, salah satu pengumuman atau mungkin salah satu dari rencana mereka di luar apa yang kita harapkan dan itu sedang dibahas sekarang.”

Kerry, yang memimpin mengamankan kembalinya pembicaraan damai bulan lalu, mengatakan, ia tidak mengharapkan perkembangan terbaru yang bisa menghalangi rencana pembicaraan damai.

Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat menganggap semua permukiman tersebut ilegal. Yang terpenting adalah cepat melakukan perundingan dan menyelesaikan sejumlah pertanyaan terkait permukiman. Penyelesaian terbaik adalah dengan memecahkan masalah keamanan dan perbatasan.

”Setelah masalah keamanan dan perbatasan selesai, baru kita pecahkan masalah permukiman. Saya mendesak semua pihak untuk tidak bereaksi negatif atau terprovokasi sehingga situasi menjadi buruk,” ucap Kerry. (AFP/REUTERS/LOK)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.