Jelang Disidang, Penjahat Perang Nazi Meninggal Dunia

Kompas.com - 12/08/2013, 18:48 WIB
Tersangka penjahat perang Nazi asal Hongaria, Laszlo Csatary. AP PhotoTersangka penjahat perang Nazi asal Hongaria, Laszlo Csatary.
EditorErvan Hardoko

BUDAPEST, KOMPAS.com — Tersangka penjahat perang Nazi asal Hongaria, Laszlo Csatary (98), meninggal dunia saat menunggu proses persidangan terhadap dirinya. Demikian disampaikan kuasa hukumnya.

Kuasa hukum Csatary, Gabor Horvath, mengatakan, kliennya meninggal dunia di rumah sakit Hongaria setelah mengidap berbagai penyakit, pada Sabtu (10/8/2013) pagi.

"Dia telah dirawat karena masalah medis selama beberapa waktu karena radang paru-paru, yang mengakibatkan dia akhirnya meninggal."

Dia didakwa pada bulan Juni lalu oleh tim jaksa Hongaria, yang mengaitkan perannya sebagai kepala sebuah kamp interniran bagi orang Yahudi di Kosice, sebuah kota yang saat itu di bawah kendali Hongaria, tapi sekarang berada di wilayah Slowakia.

Dalam sebuah pernyataan, jaksa mengatakan Csatary "sengaja membantu eksekusi dan penyiksaan terhadap orang-orang Yahudi yang saat itu dideportasi ke kamp konsentrasi".

Pada tahun 1948, Csatary telah dijatuhi hukuman mati walaupun dia tidak pernah hadir di persidangan atas tuduhan melalukan kejahatan perang.

Kabur ke Kanada

Setelah perang usai, dia melarikan diri ke Kanada dan bekerja sebagai pedagang barang-barang seni di Montreal dan Toronto.

Dia menghilang pada 1997 setelah otoritas Kanada melucuti status warga negaranya.

Sejak awal Csatary menjadi target pencarian lembaga Simon Wiesenthal Center, yang selama ini mencari orang-orang yang disebut sebagai penjahat perang Nazi, utamanya yang terkait langsung dengan pembantaian terhadap warga Yahudi.

Keberadaan Csatary berhasil dilacak di Budapest pada Juli 2012 lalu oleh wartawan surat kabar The Sun, Inggris, dengan bantuan dari lembaga Simon Wiesenthal Center, dan kemudian dia dikenakan tahanan rumah oleh otoritas hukum Hongaria.

Selama ini, Csatary merupakan salah seorang penjahat perang Nazi yang paling dicari karena diduga membantu pembantaian 15.700 orang Yahudi selama Perang Dunia II di wilayah Hongaria dan Slowakia.

Csatary telah berulang kali membantah tuduhan terhadap dirinya dengan mengatakan bahwa dia hanyalah perantara antara pejabat Hongaria dan Jerman, dan tidak terlibat dalam kejahatan perang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X