Berniat Ledakkan Bank Federal AS, Pemuda Banglades Dibui 30 Tahun

Kompas.com - 10/08/2013, 01:29 WIB
Quazi Mohammad Ahsanullah memegang foto putranya Quazi Mohammad Rezwanul Ahsan Nafis yang dihukum penjara 30 tahun oleh pengadilan federal AS setelah terbukti berencana meledakkan Bank Federal AS di New York. STRDEL/AFP/Getty ImagesQuazi Mohammad Ahsanullah memegang foto putranya Quazi Mohammad Rezwanul Ahsan Nafis yang dihukum penjara 30 tahun oleh pengadilan federal AS setelah terbukti berencana meledakkan Bank Federal AS di New York.
EditorErvan Hardoko
NEW YORK, KOMPAS.com — Seorang pemuda Banglades Quazi Mohammad Rezwanul Ahsan Nafis (22) dijatuhi hukuman 30 tahun penjara setelah mengakui berencana meledakkan gedung Bank Federal AS di New York.

Di hadapan majelis hakim pengadilan federal AS, Ahsan Nafis memohon keringanan hukuman setelah pada Februari lalu dia mengakui rencananya itu.

"Saya merasa malu. Saya kehilangan arah. Saya mencoba melakukan hal buruk. Saya bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan. Maafkan saya," ujar Nafis di hadapan hakim di pengadilan federal New York.

Di depan sidang yang dihadiri orangtuanya itu, dalam surat sepanjang lima halaman yang dibacakannya di hadapan hakim Carol Bagley Amon, Nafis mengatakan, dia sudah tak lagi meyakini ajaran Islam radikal.

"Apa yang saya lakukan tak bisa dimaafkan dan merupakan perbuatan pengecut," ujar dia.

"Setelah memikirkannya dalam-dalam, saya benar-benar membenci perbuatan saya dan saya tidak akan melakukan perbuatan yang tidak Islami seperti itu yang menghancurkan keluarga dan kehidupan saya," tambah dia.

Ahsan Nafis didakwa mencoba menggunakan senjata pemusnah massal dan menyediakan dukungan material untul Al Qaeda pada Oktober 2012.

Dalam sidang diketahui bahwa Nafis menjadi radikal saat menuntut ilmu di sebuah universitas di Banglades dan masuk ke Amerika Serikat untuk melakukan jihad.

Pemerintah AS mengatakan pandangan radikal Nafis semakin kuat setelah tinggal di AS dan mulai menggunakan jejaring sosial untuk mencari dukungan atas rencananya melakukan sebuah aksi teror.

Namun, di tengah upayanya itu ternyata salah satu orang yang menjalin kontak dengannya ternyata adalah informan pemerintah yang kemudian melaporkan rencana Nafis itu.

Dalam penyidikan, Nadis secara terang-terangan menyatakan kekagumannya terhadap Osama bin Laden. Dia juga menulis rencananya di AS dalam sebuah artikel dalam majalah Al Qaeda.

Dalam mempersiapkan rencananya itu, Nafis sudah menentukan sasaran, mengendarai sebuah minibus dengan bahan peledak palsu hingga ke depan bank, dan mencoba mengendalikan sebuah bom menggunakan telepon genggam sebagai pemicu.

Namun, sebelum Nafis menjalankan niatnya, pihak keamanan AS sudah terlebih dulu mencokoknya dan kini dia akan mendekam 30 tahun di penjara federal.

"Perbuatannya sendiri yang mengirim dia ke sel penjara federal selama 30 tahun ke depan," ujar jaksa wilayah AS, Loretta Lynch.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X