Pendukung Mursi Demonstrasi Saat Idul Fitri

Kompas.com - 09/08/2013, 04:40 WIB
Pendukung mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi berdemonstrasi di depan Masjid Rabaa al-Adawiya, Kamis (8/8/2013). GIANLUIGI GUERCIA / AFPPendukung mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi berdemonstrasi di depan Masjid Rabaa al-Adawiya, Kamis (8/8/2013).
EditorTjatur Wiharyo
KAIRO, KOMPAS.com — Para pendukung presiden terguling Muhammad Mursi merayakan Idul Fitri dengan mengadakan unjuk rasa di Kairo, Mesir, pada Kamis (8/8/2013), menuntut pemulihan jabatannya. Pihak militer belum bertindak membubarkan aksi mereka.

Istri Morsi, Naglaa Mahmoud, yang jarang terlihat di depan umum, ikut serta dalam unjuk rasa itu dan berbicara di hadapan para demonstran di Kairo dengan menyerukan agar suaminya diizinkan kembali ke tampuk kekuasaan. Sementara para peserta unjuk rasa menyambut pidatonya dengan teriakan, "Kembali! Kembali!"

Sebaliknya, kerumunan orang juga memenuhi Alun-alun Tahrir untuk menunjukkan dukungan bagi militer dan pemerintahan sementara yang diangkatnya setelah menggulingkan Mursi lima pekan lalu.

Krisis politik telah mencapai fase baru yang berbahaya menyusul gagalnya usaha internasional pekan ini untuk menjembatani jurang pemisah antara dua pihak dan menghindari pertumpahan darah.

Tetapi, libur Idul Fitri selama empat hari mulai Kamis berlangsung dengan suasana pada umumnya damai dan penuh kegembiraan. Tak ada laporan tentang kekerasan terjadi.

Syeh Gomaa Mohamed Ali memimpin shalat Id di Alun-alun Tahrir dan berceramah yang menyerukan jangan terjadi pertumpahan lebih lanjut. Dia mengimbau para pendukung Mursi untuk meninggalkan kamp-kamp protes mereka di Masjid Rabaa Al-Adawiay dan Nasr City, Kairo.

Presiden Sementara Adly Mansour pada Rabu memperingatkan para pemrotes supaya meninggalkan kamp-kamp itu atau menghadapi tindakan, dengan mengatakan bahwa kesabaran pemerintah sudah habis. Dia juga menyatakan bahwa usaha mediasi oleh utusan-utusan Amerika Serikat, Eropa, dan Arab telah gagal.

Namun, seorang yang terlibat dalam usaha diplomasi itu mengatakan, penguasa dan Ikhwanul Muslimin tempat asal organisasi Mursi harus mundur dari konfrontasi dan melaksanakan langkah-langkah membangun kepercayaan yang dapat menjamin pada satu penyelesaian lewat perundingan.

"Waktunya belum habis. Hal itu bisa berjalan, tetapi kami tidak memiliki jaminan. Segalanya sangat rentan," kata diplomat itu.

Sumber-sumber pemerintah dan militer mengatakan, pembicaraan itu tidak berhenti tetapi dibekukan, untuk meredakan kemarahan publik atas persepsi adanya campur tangan asing dalam urusan Mesir dan kesediaan penguasa untuk bernegosiasi dengan Ikhwanul Muslimin.

Satu sumber militer mengatakan, penguasa menahan diri untuk tidak menggunakan kekerasan membersihkan kamp-kamp protes sebagian karena takut bahwa Wakil Presiden Mohamed El Baradai yang liberal akan mengundurkan diri, menghilangkan satu sumber legitimasi politik untuk pemerintahan militer.

Perdana Menteri sementara Hazem el-Beblawi mengunjungi Pasukan Keamanan Sentral pada Kamis dalam usaha menenangkan kelompok garis keras yang tak sabar untuk mengambil tindakan lebih keras.

"Dia menjamin mereka bahwa pemerintah menempatkan keamanan sebagai prioritas utama," demikian pernyataan dari kantor Beblawi.

Mursi masih ditahan di satu lokasi yang dirahasiakan sejak militer mendongkel dari kekuasaan pada 3 Juli. Sejumlah tokoh senior Ikhwanul Muslimin juga telah ditahan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X