Kompas.com - 08/08/2013, 09:44 WIB
Pertemuan Obama dan Putin dalam di KTT G8, 17 Juni 2013 lalu. AFPPertemuan Obama dan Putin dalam di KTT G8, 17 Juni 2013 lalu.
EditorEgidius Patnistik
MOSKWA, KOMPAS.com — Kremlin mengatakan "kecewa" atas pembatalan rencana pertemuan bilateral oleh Amerika Serikat setelah Rusia memberikan suaka kepada pembocor rahasia intelijen, Edward Snowden.

Penasihat urusan luar negeri Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, tindakan tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak bisa membangun hubungan dengan Rusia atas "dasar kesetaraan". Yuri Ushakov mengatakan pada Rabu (7/8/2013) bahwa Rusia tidak bisa disalahkan atas kasus Snowden.

"Keputusan ini jelas terkait dengan masalah yang dialami oleh mantan agen layanan khusus AS (Edward) Snowden, yang bukan diciptakan oleh kami," katanya dalam konferensi pers lewat telepon.

"Dalam beberapa tahun, Amerika menghindar dari penandatanganan perjanjian ekstradisi," lanjut Ushakov, "Dan mereka selalu merespons negatif terhadap permintaan kami untuk mengekstradisi orang-orang yang melakukan kejahatan di wilayah Rusia, dengan alasan tidak ada perjanjian yang mengharuskan."

Namun, dia mengatakan, undangan untuk melakukan pertemuan bilateral masih terbuka. "Wakil Rusia siap untuk terus bekerja sama dengan mitra Amerika pada semua isu-isu kunci dalam agenda bilateral dan multilateral," kata Ushakov.

Menambah ketegangan

Sebelumnya, Gedung Putih mengumumkan pembatalan pertemuan bilateral yang direncanakan berlangsung pekan depan. Pihak AS mengatakan, pemberian suaka kepada Snowden telah memperdalam ketegangan antara dua negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembatalan diumumkan saat kunjungan Presiden Obama ke Los Angeles setelah Obama menyatakan kecewa dengan keputusan Rusia memberi suaka kepada Snowden.

Namun, Obama masih berencana untuk menghadiri pertemuan ekonomi G-20 di St Petersburg, Rusia. "Kami sudah mencapai kesimpulan bahwa tidak cukup kemajuan belakangan ini dalam agenda bilateral dengan Rusia untuk menggelar pertemuan puncak AS-Rusia," seperti tertulis dalam pernyataan Gedung Putih.

"Kami yakin bahwa akan lebih baik menunda pertemuan puncak sampai kami memiliki hasil lebih banyak dalam agenda bersama."

Obama dan Putin terakhir bertemu pada Juni lalu, di sela-sela KTT G-8 di Irlandia Utara.

Edward Snowden adalah mantan pegawai CIA yang membocorkan program rahasia Amerika terkait pemantauan dan pengumpulan data komunikasi warga Amerika melalui telepon dan internet. Dia sempat ke Hongkong sebelum menginap di wilayah transit bandara di Moskwa, Rusia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.