Idul Fitri Sendu bagi Pengungsi Muslim Myanmar di Malaysia

Kompas.com - 08/08/2013, 08:25 WIB
Abdul Rahim, seorang pengungsi Rohingya dengan putrinya, Morja, di sebuah apartemen di Kuala Lumpur ReutersAbdul Rahim, seorang pengungsi Rohingya dengan putrinya, Morja, di sebuah apartemen di Kuala Lumpur
EditorEgidius Patnistik
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Seiring berakhirnya bulan Ramadhan, Pemerintah Malaysia dan yayasan-yayasan amal berupaya memperbaiki kondisi kehidupan para pengungsi, seperti membagi-bagikan makanan kepada mereka.

Kini, 50.000 pengungsi Muslim dari Myanmar tinggal dalam kemiskinan di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.

Raahiman Nur Boshur, warga Muslim Myanmar, melarikan diri dari rumahnya dengan menggunakan perahu setelah desanya dibakar dan beberapa kerabatnya tewas. Ia mengatakan, "Tidak mungkin bagi saya untuk tetap tinggal," ujarnya. "Satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidup kita adalah mengungsi dari negara itu, melarikan diri ke mana saja. Kami kehilangan segalanya."

Masuknya keluarga-keluarga baru yang melarikan diri dari kekerasan di negara asal mereka telah mengakibatkan semakin terkurasnya sumber daya masyarakat yang sangat terbatas. Ini mendorong beberapa warga Malaysia untuk berusaha mengurangi kesulitan para pengungsi selagi umat Muslim merayakan Idul Fitri.

Mariam Binti Kassim, seorang relawan Islam Outreach Abim, sebuah yayasan Muslim Converts Development Program, mengatakan, "Rekan-rekan kerja saya juga pengungsi Myanmar, dan setiap kali terjadi sesuatu di desa mereka, mereka tidak bisa bekerja karena emosinya terpengaruh. Jadi, sebagai teman dan rekan kerja mereka, ini juga memengaruhi saya."

Pemerintah Malaysia tidak menandatangani konvensi PBB terkait pengungsi. Meskipun Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) telah mendaftarkan warga Muslim Myanmar sebagai pengungsi, mereka masih terpaksa hidup sebagai komunitas yang terpinggirkan.

Pemerintah Malaysia berjanji akan mencermati pengeluaran izin kerja bagi para pengungsi yang memiliki status dari UNHCR. Hingga kini, para pengungsi terpaksa bekerja secara gelap. Aktivis masyarakat akan menyambut baik langkah apa pun untuk memungkinkan pengungsi bekerja secara sah.

"Langkah untuk membuat pengungsi bekerja secara sah cukup positif," ujar Mohammad Sadek, anggota staf Komite Pengungsi Rohingya Arakan. "Ini sangat membantu para pengungsi karena kehidupan mereka cukup menderita. Tetapi, PBB seharusnya tidak menghentikan kewajibannya, dan PBB harus terus menyediakan fasilitas untuk menampung mereka ke negara-negara lain, dan melanjutkan bantuan keuangan, medis, dan upaya lainnya yang dibutuhkan bagi kesejahteraan para pengungsi."

Para aktivis mengatakan, yang dibutuhkan adalah solusi jangka panjang untuk membantu orang-orang yang melarikan diri dari Burma agar dapat membangun kembali kehidupan mereka di Malaysia, atau di negara lain yang bersedia menampung mereka.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X