Kompas.com - 07/08/2013, 18:33 WIB
|
EditorHeru Margianto
CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Australia mengatakan kebijakan pencari suaka terbaru mereka mulai menunjukkan hasil. Para pencari suaka yang sedang berada di Indonesia mulai meminta kembali uang mereka.

Menurut Menteri Imigrasi Tony Burke, Rabu (7/8/2013), kebijakan untuk tidak menerima para pencari suaka untuk dimukimkan di Australia tampaknya semakin luas diketahui oleh para pencari suaka di Indonesia. Pernyataan ini muncul di saat sebuah kapal tiba lagi di dekat Pulau Christmas hari Selasa malam membawa 65 penumpang.

Menurut Burke, laporan intelejen yang mereka dapatkan dari Indonesia menyebutkan para pencari suaka meminta kembali uang mereka. "Ketika saya mengatakan permintaan uang kembali itu banyak dilakukan, jumlahnya memang banyak." kata Burke kepada wartawan di Sydney.

"Tidak diragukan lagi pesan kami sampai ke sana. Mereka menyadari bahwa apa yang mereka bayar sekarang tidak bisa lagi mereka dapatkan." kata Burke.

Contoh lain, menurut Burke, bahwa kebijakan garis keras ini mulai membuahkan hasil adalah sejumlah besar pencari suaka yang dikirim ke Papua Nugini sekarang mengadakan pembicaraan dengan petugas dari Organisasi Internasional bagi Migran (IOM) agar bisa dipulangkan ke negara asal mereka.

Sementara itu, pemimpin oposisi Tony Abbott mengatakan selama Partai Buruh berkuasa sejak tahun 2007, 50 ribu pencari suaka sudah tiba di Australia. "Negara kita sudah melewati tonggak sejarah buruk. Bayangkan angkanya sudah 50 ribu. Ini melebihi penduduk kota seperti Coffs Harbour atau Gladstone," kata Abbott ketika sedang melakukan kampanye di Lauceston (Tasmania).

Menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia L. Sastra Wijaya, 26 kapal membawa 1879 pencari suaka sudah tiba di Australia sejak PM Kevin Rudd mengumumkan kebijakan pencari suaka terbaru di mana seluruh pencari suaka akan dipindahkan ke Papua Nugini dan Nauru, dan tidak akan dimukimkan di Australia. Sejauh ini di tahun 2013, menurut data Departemen Imigrasi, 17.710 pencari suaka sudah tiba, melebihi angka 17.702 di tahun 2012.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X