Kompas.com - 07/08/2013, 13:18 WIB
EditorEgidius Patnistik
BAGHDAD, KOMPAS.com — Serangkaian bom mobil menyasar pasar-pasar dan kaki lima yang sibuk di dan sekitar Baghdad, Selasa (6/8/2013). Bom-bom itu menewaskan sedikitnya 51 orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya. Demikian kata sumber-sumber medis dan polisi Irak. Rangkaian serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang kekerasan yang melanda Irak dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan kaum gerilyawan di Irak telah berlipat sejak awal tahun ini. Lebih dari 1.000 orang tewas pada Juli lalu. Menurut PBB, jumlah korban tewas sebanyak itu dalam sebulan merupakan yang tertinggi sejak 2008.

Kementerian Dalam Negeri Irak, yang mengatakan bahwa negara itu sedang menghadapi "perang terbuka" yang dipicu oleh kekerasan sektarian, telah meningkatkan pengamanan di ibu kota minggu ini dengan menutup jalan-jalan dan mengerahkan polisi dan helikopter tambahan.

Bom-bom itu meledak secara beruntun di distrik utara, timur, dan selatan Baghdad, di daerah yang penuh sesak dengan pembeli dan jemaah di dekat sebuah masjid. Salah satu serangan menghantam sebuah lapangan di pusat kota Baghdad, di mana bom yang diletakkan dalam sebuah mobil yang sedang parkir menewaskan lima orang dan melukai 18 orang lainnya. Di sebuah lingkungan kaum Syiah di selatan, bom mobil lain meledak tepat setelah waktu buka puasa di dekat sebuah toko yang menjual es krim.

Di Nahrawan, 30 kilometer di tenggara Baghdad, kaum militan menyasar kawasan jalan komersial yang ramai dengan sebuah bom mobil. Di kawasan pinggiran di Baghdad utara, sebuah bom meledak di dekat pasar.

Serangan terkoordinasi yang menewaskan puluhan orang telah menjadi sesuatu yang lumrah di Irak dalam beberapa bulan terakhir. Kaum militan Islam Sunni telah mendapatkan kembali momentum dalam perlawanan mereka terhadap pemerintah pimpinan Syiah sejak awal tahun ini dan menjadi berani karena perang saudara di negara tetangga Suriah, yang memicu ketegangan sektarian di Timur Tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.