Kompas.com - 07/08/2013, 08:31 WIB
EditorErvan Hardoko

KABUL, KOMPAS.com — Pemimpin Taliban Afganistan, Mullah Omar, Selasa (6/8/2013), mengatakan, mereka tidak berusaha memonopoli kekuasaan ketika pasukan asing mundur dari negara tersebut tahun depan.

Dalam pernyataan menjelang Idul Fitri, ia menambahkan, Taliban akan berupaya mencapai pemahaman dengan rakyat Afganistan untuk mewujudkan yang disebutnya pemerintahan inklusif berdasarkan prinsip-prinsip Islam.

Mullah Omar, yang bersembunyi sejak 2001, juga kembali mengecam rencana pemilu tahun depan, yang menurutnya hanya membuang waktu.

Menurutnya, pemilihan umum tersebut secara "de facto berlangsung di Washington" dan tidak ada gunanya untuk berpartisipasi.

"Dan, untuk drama penipuan di bawah nama pemilihan 2014, rakyat kami yang saleh tidak akan bersusah payah untuk itu juga tidak akan berpartisipasi," jelasnya.

Wartawan BBC di Kabul, Karen Allen, melaporkan, pernyataan Mullah Omar ini dianggap "tulus" oleh para pengamat. 

Pesan tahunan

Pemilihan tahun depan tampaknya akan menjadi ujian penting bagi kemajuan di Afganistan sejak jatuhnya Taliban tahun 2001.

Dalam pemilihan umum sebelumnya, Taliban menyerukan boikot dan mengerahkan anggotanya untuk menghalangi jalan ke tempat pemungutan suara maupun menyerang para calon yang ikut pemilu dan para pegiat.

Beberapa tahun belakangan biasanya Mullah Omar menyampaikan pesan kepada warga Afganistan beberapa hari sebelum Idul Fitri.

Sebagai orang yang diburu Pemerintah Amerika Serikat, ada hadiah sebesar 10 juta dollar AS bagi pihak yang bisa memberikan informasi untuk penangkapannya.

Para wartawan memperkirakan Mullah Omar diyakini tinggal di Pakistan, tetapi tidak pernah tampil di depan umum maupun menyampaikan pidato langsung sejak melarikan diri dari Afganistan tahun 2001, setelah pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat menjungkalkan Taliban menyusul serangan 11 September di Amerika Serikat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.