Kompas.com - 07/08/2013, 01:29 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Kelompok oposisi Suriah (SNC)  kembali menuding pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia. SNC tulis AP pada Selasa (6/8/2013) akan memasukkan laporannya ke dalam bahan badan PBB.

SNC yang menjadi payung organisasi oposisi Suriah di luar negeri itu juga menuduh rezim Presiden Bashar-al Assad berada di belakang pembunuhan selama Ramadhan.


Adalah Anggota Senior SNC Louay Safi di Istanbul, Turki, yang mengatakan kalau selama sebulan ini ada 1700 korban tewas pada 20 serangan bersenjata di berbagai tempat. "Serangan mematikan itu menargetkan warga sipil yang tengah bersembahyang malam di Homs,"katanya.

SNC, kata Safi kembali meminta agar komunitas internasional mengambil tindakan segera untuk melindungi warga sipil. "Kami juga minta agar pihak yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan massal itu, termasuk Assad, diseret ke Pengadilan Kriminal Internasional,"demikian Louay Safi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.