Kompas.com - 06/08/2013, 04:31 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Keputusan untuk menutup 22 kantor misi diplomatik Amerika Serikat di 22 negara diambil setelah intelijen AS berhasil menyadap pembicaraan para petinggi Al Qaeda.

Dalam pembicaraan telepon yang disadap pekan lalu itu, intelijen AS mendengarkan Ketua Al Qaeda Pakistan Ayman al Zawahiri dan pimpinan Al Qaeda Yaman Nasser al Wuhayshi merencanakan serangan fajar pada Minggu (4/8/2013).

Sejumlah petinggi intelijen AS mengatakan, rencana serangan itu adalah ancaman paling serius terhadap kepentingan AS dan Barat sejak serangan 11 September 2001.

"Hasil temuan ini sangat signifikan karena yang berbicara dalah tokoh-tokoh penting Al Qaeda. Mereka bahkan membicarakan waktu serangan," ujar sumber intelijen AS kepada harian The New York Times.

Namun, menurut sumber itu, tidak disebutkan lokasi yang akan diserang Al Qaeda.

Kabar ini muncul pada saat Pemerintah AS memperpanjang penutupan misi diplomatiknya di Timur Tengah dan Afrika hingga 10 Agustus mendatang karena ancaman keamanan.

Selain menutup perwakilannya di luar negeri, Kementerian Luar Negeri AS juga memperingatkan warganya yang bepergian ke luar negeri.

Kemenlu mengatakan, besar kemungkinan Al Qaeda akan mengincar aset-aset Pemerintah AS atau menyerang individu asal AS.

"Ini (penutupan kedubes) bukan sebuah indikasi adanya ancaman baru. Penutupan dilakukan semata kami sedang mengevaluasi dan mengambil langkah tepat untuk melindungi para pegawai kami, termasuk pekerja lokal dan pengunjung ke kantor kami," kata Juru Bicara Kemenlu AS, Jen Psaki.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan perwakilan AS di Abu Dhabi, Amman, Kairo, Riyadh, Dhahran, Jeddah, Doha, Dubai, Kuwait, Manama, Muskat, Sanaa, Tripoli, Antanarivi, Bujumbura, Djibouti, Khartoum, Kigali, dan Port Louis akan tutup mulai Senin hingga Sabtu mendatang.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Dhaka, Aljir, Nouakchott, Kabul, Herat, Mazar el Sharif, Baghdad, Basra, dan Erbil tetap buka pada Senin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Sky News
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.