Kompas.com - 05/08/2013, 08:34 WIB
EditorEgidius Patnistik
PARIS, KOMPAS.COM - Ancaman jaringan Al Qaeda menguat setelah mereka membobol sejumlah penjara penting di beberapa negara di Asia dan Timur Tengah beberapa waktu terakhir. Negara-negara Barat makin panik setelah Interpol mengeluarkan peringatan tentang potensi ancaman Al Qaeda, Sabtu (3/8).

Organisasi Polisi Kriminal Internasional (ICPO) yang berkantor pusat di Lyon, Perancis, itu mengatakan, pembobolan penjara di sejumlah negara merupakan ”ancaman besar” bagi keamanan global. Sejumlah negara Barat juga telah mendapatkan informasi intelijen tentang ancaman serangan Al Qaeda dan menutup kantor perwakilan diplomatik mereka di sejumlah negara.

Gedung Putih, Sabtu, menggelar rapat darurat untuk menyikapi ancaman teror terhadap fasilitasnya, terutama di kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika Utara. Sebelumnya, AS juga telah merilis peringatan perjalanan bagi seluruh warga negaranya di luar negeri, yang berlaku hingga tanggal 31 Agustus.

Peringatan serangan

AS dikabarkan mendapatkan informasi bahwa kemungkinan Al Qaeda akan menyerang aset mereka di Timur Tengah dan Afrika Utara. Interpol juga mencatat, Agustus ini merupakan bulan peringatan serangan Al Qaeda di India, Rusia, dan Indonesia.

Serangan bom pertama di Hotel JW Marriott, Jakarta, terjadi pada 5 Agustus 2003. Serangan bom di Kedubes AS di Nairobi (Kenya) dan Dar es Salaam (Tanzania), yang terjadi 15 tahun lalu, juga terjadi pada Agustus.

Washington telah memerintahkan sejumlah kedubesnya di Timur Tengah ditutup sejak hari Minggu. Di beberapa negara lain, polisi lokal meningkatkan pengamanan di kedubes AS. Jerman, Inggris, dan Perancis memutuskan menutup kedubes mereka di Yaman untuk beberapa hari sejak Minggu. Kanada melakukan hal serupa untuk kedubesnya di Dhaka, Banglades.
Diotaki Al Qaeda

Interpol menyatakan, jaringan Al Qaeda diduga terlibat serangkaian penyerangan dan pembobolan penjara-penjara di sembilan negara, termasuk kasus-kasus terbaru di Irak, Libya, dan Pakistan.

Menurut Interpol, pembobolan penjara itu telah menyebabkan ”lolosnya ratusan teroris dan otak kejahatan lainnya” dalam beberapa bulan ini. Organisasi polisi internasional ini memperingatkan 190 negara anggotanya untuk waspada dan segera melaporkan setiap temuan intelijen yang terkait dengan terorisme.

Lebih dari 500 narapidana kabur pada 21 Juli lalu setelah serangan simultan terhadap penjara pusat Abu Ghraib dan penjara Taji di Baghdad, Irak. ”Napi yang melarikan diri itu kebanyakan adalah anggota senior Al Qaeda, termasuk yang telah dihukum berat,” kata Interpol.
(AFP/AP/REUTERS/CAL/DWA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.