Australia Kirim Pencari Suaka ke Nauru

Kompas.com - 04/08/2013, 10:30 WIB
Negeri Pasifik kecil, Nauru, menjadi salah satu tujuan penampungan sementara para pencari suaka ke Australia. news.com.auNegeri Pasifik kecil, Nauru, menjadi salah satu tujuan penampungan sementara para pencari suaka ke Australia.
|
EditorEgidius Patnistik
CANBERRA, KOMPAS.COM - Setelah mencapai persetujuan dengan Papua Nugini, Australia sekarang menandatangani MOU dengan Nauru guna memukimkan pencari suaka ke sana. Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mencapai persetujaun dengan Presiden Nauru, Baron Waga, hari Sabtu (3/8).


Dalam keterangan kepada pers, PM Rudd mengatakan kesepakatan dengan Nauru, mirip dengan kesepakatan dengan Papua Nugini (PNG) sebelumnya. "Dimanapun para penyeludup mencoba mendaratkan para pencari suaka di Australia, mereka tidak akan dimukimkan di sini." kata Rudd.

"Bila anda mencoba melakukan perjalanan berbahaya menggunakan kapal,  pesan saya sebagai PM adalah jangan lakukan itu," kata Rudd seperti dilaporkan The Age, Minggu. "Jangan percaya dengan tipu daya para penyeludup. Anda tidak akan dimukimkan di Australia. Anda akan dikirim ke Nauru atau Papua Nugini."

PM Rudd mengakui bahwa Nauru adalah negara kepulauan kecil yang hanya berpenduduk 10 ribu orang, sehingga mungkin tidak akan bisa memukimkan seluruh pencari suaka. "Jadi, jumlah yang akan dimukimkan di sana akan tergantung pada pemerintah Nauru," tambah PM Rudd.

Menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia L. Sastra Wijaya, sebagai bagian dari perjanjian, Nauru akan mendapat bantuan 29.9 juta dollar, dan tambahan 17 juta guna memperbaiki penjara di pulau tersebut yang sekarang mengalami kesesakan karena kerusuhan bulan lalu. Kerusakan karena kerusuhan oleh pencari suaka diperkirakan bernilai 60 juta dolar dan karena kerusuhan itu, menurut Menteri Imigrasi Australia Tony Burke, mereka yang masih lajang tidak akan dikirim ke Nauru.

"Mereka yang akan dikirim ke sana kelompok termasuk anak-anak, entah anak-anak yang datang sendirian atau bersama keluarga." kata Burke.

Tony Burke juga mengindikasikan bahwa kerjasama dengan negara-negara Pasifik lain akan dicapai dalam waktu dekat. "Kerjasama dengan negara lain terus dijajaki. Kami sudah mengadakan pembicaraan dengan beberapa negara, dan masih menunggu keputusan akhir dari mereka," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X