Siksa Anak 4 Tahun sampai Mati, Ibu dan Ayah Tiri Dipenjara 30 Tahun

Kompas.com - 03/08/2013, 08:28 WIB
Ilustrasi penganiayaan bayi Kompas.com/ERICSSENIlustrasi penganiayaan bayi
|
EditorPalupi Annisa Auliani

 

LONDON, KOMPAS.com — Seorang ibu asal Polandia dan pasangannya dijatuhi hukuman penjara maksimum 30 tahun penjara oleh pengadilan Inggris, Jumat (2/8/2013). Mereka dituduh secara sistematis menyiksa seorang anak berumur 4 tahun sampai tewas. 

Magdelena Luczak dan Mariusz Krezolek dinyatakan terbukti menyiksa Daniel Pelka dalam enam bulan terakhir. Anak berusia 4 tahun ini kadang dibenamkan dalam air, dikurung dalam kamar terkunci, dan dipaksa makan garam. Daniel akhirnya tewas akibat siksaan keras yang mengakibatkan cedera pada kepalanya. 

Kantor berita AFP hari Jumat melaporkan, Laura Cox, hakim Pengadilan Birmingham Crown di Inggris tengah yang mengadili kasus ini, menegaskan, kasus ini sungguh mengejutkan, mengganggu, dan melibatkan aksi brutal dan kejam yang sulit dibayangkan. Dengan penegasan itu, Cox menjatuhkan vonis 30 tahun penjara kepada pasangan tersebut.

Menyusul vonis tersebut, mencuat pertanyaan lain. Pertanyaan itu mempersoalkan ayah tiri Daniel, Krezolek, yang tidak pernah dideportasi dari Inggris meski telah tiga kali dipenjara selama tinggal di Inggris. Dipertanyakan pula soal sekolah Daniel yang terbengkalai dan bagaimana bisa petugas lembaga sosial melewatkan anak ini dari pantauan.

Luczak dan Krezolek semula dijatuhi hukuman seumur hidup. Namun, Cox menegaskan, pasangan tersebut yang dinyatakan bersalah oleh para juri pada Rabu (30/7/2013) harus menjalani hukuman penjara maksimum selama 30 tahun sebelum mereka dipertimbangkan untuk bisa dibebaskan.

Pasangan tersebut tiba di Inggris dari Polandia pada 2006. Luczak dan Krezolek berasal dari Polandia dan proses pengadian ini berlangsung dengan bantuan penerjemah. Tidak dijelaskan mengapa Luczak dan ayah kandung Daniel berpisah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Daniel digambarkan sebagai bocah laki-laki yang sehat saat bersekolah di Conventry, kota industri Inggris, pada September 2011. Gambar yang ada memperlihatkan bocah dengan rambut pirang ini tersenyum dalam balutan seragam berwarna merah.

Akibat siksaan fisik yang dia dapatkan, Daniel meninggal pada Maret 2012. Hidupnya diibaratkan sama dengan kondisi di dalam kamp konsentrasi. Luczak, ibu Daniel, berumur 27 tahun. Sementara ayah tiri Daniel, Krezolek, berumur 34 tahun. Mereka dikenal para tetangga sebagai pengonsumsi obat terlarang dan minuman keras. Daniel mengalami penyiksaan bertubi dan hukuman berulang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.