Kompas.com - 02/08/2013, 17:09 WIB
Media Israel merilis citra satelit hasil serangan udara Israel di kota Latakia, Suriah, menunjukkan sebuah gudang yang hancur akibat serangan tersebut.
www.israeldefense.comMedia Israel merilis citra satelit hasil serangan udara Israel di kota Latakia, Suriah, menunjukkan sebuah gudang yang hancur akibat serangan tersebut.
EditorErvan Hardoko
NEW YORK, KOMPAS.com - Serangan udara Israel yang mengincar gudang senjata Suriah beberapa waktu lalu, ternyata gagal menghancurkan semua rudal anti-kapal perang buatan Rusia yang dimiliki negeri itu.

Informasi itu disampaikan seorang pejabat senior Amerika Serikat yang menambahkan Israel nampaknya akan menggelar serangan udara baru ke Suriah. Kabar ini dilaporkan harian The New York Times, Kamis (1/8/2013).

Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang sebuah lokasi militer Suriah di kota pelabuhan Latakia pada 5 Juli lalu. Di lokasi itulah Suriah menyimpan rudal-rudal Yakhont buatan Rusia.

Pada 6 Juli, media massa Israel merilis citra satelit loaksi yang diserang Israel. Dalam citra satelit itu terlihat sebuah gudang yang hancur dan sejumlah lokasi penyimpanan lain yang juga diserang namun tak sepenuhnya rusak.

"Para analis intelijen AS menyimpulkan bahwa sejumlah rudal Yakhont sudah dilepas dari peluncurnya dan dipindahkan dari gudang itu sebelum serangan berlangsung," demikian laporan The New York Times.

Menyusul serangan udara itu, angkatan darat Suriah membakar sejumlah peluncur rudal dan kendaraan di lokasi yang diserang agar Israel menganggap serangannya berhasil.

"Sebuah pesawat Israel terbang di sebelah timur Laut Tengah, lalu menembakkan rudal udara ke darat dan tidak pernah memasuki wilayah udara Suriah," lanjut The New York Times.

Laporan ini menepis laporan sebelumnya yang mengatakan bahwa serangan itu dilakukan sebuah kapal selam.

Serangan itu dilakukan Israel untuk memastikan Hezbollah tidak akan mendapatkan persenjataan canggih dan strategis dari Suriah.

Pada Januari, jet-jet tempur Israel menyerang konvoi pengangkut rudak darat ke udara SA-17 buatan Rusia yang diyakini akan dikirimkan untuk Hezbollah di Lebanon.

Lalu pada Mei, Israel juga menyerang pengiriman rudal Fateh-110 buatan Iran yang akan dikirimkan untuk Hezbollah melalui Suriah.

Rudal Fateh itu diyakini bisa menghantam Tel Aviv dan sebagian besar wilayah Israel jika ditembakkan dari Lebanon.



Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X