Kompas.com - 01/08/2013, 23:05 WIB
Seorang pendukung presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, membawa poster idolanya saat berunjuk rasa di Kairo. Ikhwanul Muslimin mengatakan 35 pendukung organisasi itu tewas setelah ditembaki militer Mesir. MAHMOUD KHALED / AFPSeorang pendukung presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, membawa poster idolanya saat berunjuk rasa di Kairo. Ikhwanul Muslimin mengatakan 35 pendukung organisasi itu tewas setelah ditembaki militer Mesir.
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com — Para pendukung Presiden Mesir yang digulingkan, Muhammad Mursi, Kamis (1/8/2013), menolak seruan Kementerian Dalam Negeri untuk mengakhiri aksi di dua lapangan di Kairo.

Juru bicara kelompok pendukung Mursi, Alaa Mostafa, mengatakan, aksi demonstrasi ini akan dilanjutkan.

Saqr, pendukung Mursi yang melakukan aksi di kamp Rabaa al-Adawiya di Kairo timur laut, mengatakan, ia dan para pendukung Mursi lainnya terus akan berdemonstrasi sampai Mursi kembali diangkat sebagai presiden.

"Kami siap, siap mati untuk memperjuangkan legitimasi (Mursi). Serangan (terhadap kami) bisa terjadi kapan saja," ujar Saqr kepada kantor berita Reuters.

Di dekatnya terdapat tumpukan batu yang ia katakan akan digunakan kalau ada yang membubarkan aksi ini.

Mursi, presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis, digulingkan militer bulan lalu.

Ancaman keamanan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aksi serupa beberapa waktu lalu diwarnai tindakan kekerasan yang menyebabkan lebih dari 70 orang pendukung Mursi meninggal dunia. 

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Mesir meminta agar aksi unjuk rasa diakhiri dan menawarkan jalan keluar yang aman dan janji untuk tidak diajukan ke pengadilan.

Pada Rabu (30/7/2013), pemerintah dukungan militer mengizinkan polisi membubarkan aksi para pendukung Mursi.

Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Fahmy mengatakan pemerintah tengah berupaya mencari solusi damai atas krisis politik yang terjadi di negaranya.

"Di luar itu, kami tak bisa menerima ancaman terhadap keamanan. Selain itu, kami juga terikat dengan peta jalan, yang masih membuka kemungkinan semua elemen di Mesir untuk ikut serta," kata Fahmy seusai bertemu mitranya dari Jerman.

Amerika Serikat sudah mendesak Mesir untuk menghormati hak rakyat menyampaikan pendapat, termasuk hak melakukan aksi melakukan aksi secara damai.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.