Kompas.com - 01/08/2013, 22:25 WIB
Pengacara Rusia, Anatoly Kucherenko meladeni wartawan usai menemui Edward Snowden di zona transit bandara Sheremetyevo, Moskwa, Rabu (24/7/2013). KIRILL KUDRYAVTSEV / AFPPengacara Rusia, Anatoly Kucherenko meladeni wartawan usai menemui Edward Snowden di zona transit bandara Sheremetyevo, Moskwa, Rabu (24/7/2013).
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com - Setelah 39 hari mendekam di zona transit bandara Sheremetyevo, Moskwa, buronan paling dicara AS, Edward Snowden bisa meninggalkan bandara itu, Kamis (1/8/2013), tanpa terdeteksi.

Kuasa hukumnya, Anatoly Kucherena, mengaku tidak mengetahui lokasi yang dituju Snowden setelah meninggalkan bandara.

"Dia adalah orang yang paling dicara di muka Bumi ini. Apa yang Anda kira akan dia lakukan? Dia harus memikirkan keselamatan dirinya. Saya tak bisa mengatakan ke mana dia pergi," kata Kucherena.

"Saya memasukkannya ke dalam taksi dan memberinya sertifikat yang membuatnya mendapatkan status pengungsi di Federasi Rusia. Dia bisa tinggal di manapun yang dia suka di wilayah Rusia. Itu pilihan pribadinya," tambah Kucherena.

Meski tidak mau menyebut tujuan Snowden, Kucherena memastikan pria itu tidak akan tinggal di kedubes Venezuela, Bolivia, atau Nikaragua yang berada di Moskwa.

Ketiga negara Amerika Selatan itu sebelumnya telah menawarkan suaka politik untuk pembocor data intelijen AS tersebut.

"Saya akan memberi sedikit informasi. Snowden memiliki teman di Rusia, seorang teman Amerika yang bisa memastikan keamanan dirinya untuk sementara waktu," kata Kucherena kepada stasiun televisi Rossiya 24.

Sementara itu, Sarah Harrison, perwakilan WikiLeaks yang menemani Snowden selama ini, mengucapkan  terima kasih atas dukungan Rusia.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Rusia dan semua pihak yang membantu Snowden. Kami sudah memenangkan pertempuran, namun perang masih berlangsung," ujar Sarah lewat akun Twitter-nya.



Sumber Reuters,
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X