Kompas.com - 01/08/2013, 20:36 WIB
EditorErvan Hardoko
TOKYO, KOMPAS.com — Wakil Perdana Menteri Jepang Taro Aso, Kamis (1/8/2013), meminta maaf setelah mengatakan Tokyo seharusnya belajar dari Nazi Jerman soal reformasi konstitusi.

Aso, yang juga menjabat menteri keuangan, mengatakan bahwa pernyataannya itu telah memicu kesalahpahaman.

"Pernyataan saya sudah mendapat penilaian negatif karena melibatkan Nazi dan konstitusi Weimar. Saya ingin menarik ucapan saya terkait pemerintahan Nazi karena telah memicu kesalahpahaman," ujar Aso.

Aso dihujani kritik pedas setelah pidatonya di hadapan sebuah lembaga think-tank konservatif, Senin (29/7/2013).

Dalam pidatonya itu, Aso mengatakan bahwa Tokyo bisa melihat cara Nazi yang diam-diam melakukan reformasi untuk mengganti konstitusi Jerman yang sangat pasif.

"Pertama, media massa mulai membuat keributan (terkait reformasi konstitusi Jepang), dan keributan itu disusul China dan Korea Selatan," kata Aso seperti dikutip media Jepang.

"Konstitusi Weimar di Jerman berubah, ke konstitusi Nazi, tanpa diketahui. Mengapa kita tak belajar dari taktik Nazi?" ujar Aso.

Salah satu pengkritik pernyataan Aso itu adalah Lembaga Simon Wiesenthal yang berpusat di Amerika Serikat. Lembaga ini segera meminta Aso mengklarifikasi pernyataannya.

"Satu-satunya pelajaran soal pemerintahan yang bisa kita ambil dari Reich Ketiga Nazi adalah bagaimana mereka yang berkuasa melakukan banyak hal yang tak seharusnya dilakukan," ujar lembaga HAM Yahudi itu.

Partai Liberal Demokrat, tempat Aso bernaung, sudah lama ingin mengubah konstitusi pasif Jepang yang dibuat AS seusai Perang Dunia II.

Halaman:
Sumber
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.