Kompas.com - 01/08/2013, 10:10 WIB
EditorEgidius Patnistik
KAIRO, KOMPAS.COM — Militer mesir, yang mendukung pemerintah, memerintahkan polisi untuk mengakhiri aksi protes yang dilakukan pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi di ibu kota Kairo.

"Kabinet memutuskan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menghadapi risiko dan mengakhiri aksi mereka," kata pejabat terkait dalam pengumuman di televisi. Pernyataan tersebut mendefinisikan demonstrasi lanjutan ini sebagai "sebuah ancaman keamanan nasional".

Tiga pemimpin Ikhwanul Muslimin juga telah dibawa ke pengadilan dengan tuduhan menghasut terjadinya kekerasan. Pendukung Mursi sudah melakukan aksi duduk dalam beberapa pekan terakhir sejak presiden Mesir itu digulingkan pada 3 Juli kemarin, hanya berselang satu tahun sejak terpilih.

Mereka menolak ancaman militer sebelumnya untuk membubarkan aksi, meskipun bentrokan mematikan terjadi dengan pasukan keamanan.

Tak bisa diterima lagi

Protes terpusat di lapangan dekat masjid Rabaa al-Adawiya di bagian timur laut ibu kota, di mana bentrokan pecah pada Sabtu lalu, menyebabkan 70 orang tewas di lapangan Nahda dekat kampus utama Universitas Kairo.

"Keberlanjutan dari situasi berbahaya di Rabaa al-Adawiya dan Nahda, dan aksi teror yang terus menerus, serta blokade jalan-jalan tidak lagi diterima karena ancaman keamanan nasional," kata Menteri Informasi Dorreya Sharaf el-Din dalam pernyataan di televisi.

Dia mengatakan polisi sudah ditugaskan untuk mengakhiri unjuk rasa "sesuai hukum dan konstitusi". Pemerintahan interim sebelumnya memberi peringatan bahwa segala pelanggaran hukum akan ditindak "tegas".

Seorang juru bicara Ikhwanul mengatakan kepada BBC, pendukungnya tidak memiliki pilihan selain tetap tinggal. Dia mengatakan keputusan untuk membubarkan kamp sudah diambil oleh "sekumpulan geng yang mengambil alih negara dan mencoba untuk menipu warga yang memiliki hak berdemokrasi".

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, yang berhasil menemui Mursi mengatakan, presiden tersingkir itu kini baik-baik saja dan ditahan dalam sebuah fasilitas militer. Militer mesir, yang mendukung pemerintah, memerintahkan polisi untuk mengakhiri aksi protes yang dilakukan pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi di ibu kota Kairo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.