Kompas.com - 01/08/2013, 08:38 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorEgidius Patnistik

BRISBANE, KOMPAS.COM - Seorang ibu berumur 35 tahun membiarkan dua bayinya yang sudah meninggal tetap di kamar selama seminggu hanya karena tidak tahu bagaimana caranya memberitahukan pada orang lain, lapor harian Brisbane Times dari pengadilan, Rabu (31/7/2013).

Sebuah video yang diputar pada hari yang sama di pengadilan memperlihatkan wawancara polisi dengan sang ibu beserta pasangannya. Keduanya dituduh telah membunuh bayi mereka. Koresponden Kompas.com di Australia, Harry Bhaskara, melaporkan, wawancara tersebut dilakukan pada malam hari di tahun 2008 segera setelah jenazah dua bayi kembar berumur satu setengah tahun itu ditemukan oleh saudara perempuan mereka yang berumur 11 tahun.

Kedua bayi tersebut meninggal karena kelaparan di sebuah rumah di kawasan Sunnybank Hills di selatan Brisbane. Dengan penuh emosi sang ibu bertutur pada polisi bahwa dia menemukan kedua bayinya tewas di kamar seminggu yang lalu. Sang ibu tahu bahwa bayinya sudah meninggal karena mata mereka terbuka dan tubuh mereka dingin. Ketika sang ibu mau menyampaikan hal tersebut pada sang ayah, ia sedang marah jadi sang ibu mengurungkan niatnya.

Lalu ketika sang ayah bertanya bagaimana bayinya, sang ibu menjawab bahwa mereka sedang tidur. “Saya betul-betul tidak tahu bagaimana menyampaikan hal itu pada orang lain,” tutur sang ibu.

Ia masuk ke kamar kedua bayinya berkali-kali dalam seminggu dan mencoba menggerakkan-gerakkan tubuh mereka serta menutup tubuh mereka dengan selimut, tuturnya. “Saya masuk, melihat mereka sebentar dan keluar lagi,” kata sang ibu. “Lalu saya menangis. Saya duduk --- dan berpikir orang lain perlu tahu, saya perlu memberitahu seseorang.”

Ditanya mengapa bayinya meninggal, ia menjawab bahwa mereka tidak diberi makan yang cukup. Ia memberi mereka susu formula, tuturnya, lalu ia sakit flu dan tidak ingat lagi berapa kali ia memberi susu pada bayinya. “Saya kira mereka kekurangan susu, itu satu-satunya yang saya ingat,” tuturnya.

Ditanya apakah ia telah menelantarkan bayinya, ia menjawab, “Iya, saya tidak tahu mengapa hal ini sampai terjadi.”

Sang ibu dan pasangannya yang berumur 32 tahun dalam sidang di pengadilan tinggi Brisbane itu menepis tuduhan bahwa mereka telah membunuh bayi mereka. Sidang akan dilanjutkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X