Kompas.com - 01/08/2013, 08:25 WIB
Menlu AS John Kerry (tengah) bersama perunding Israel Tzipi Livni (kanan) dan perunding Palestina Saeb Erakat di Washington (30/7). ReutersMenlu AS John Kerry (tengah) bersama perunding Israel Tzipi Livni (kanan) dan perunding Palestina Saeb Erakat di Washington (30/7).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
YERUSALEM, KOMPAS.com — Kesediaan Israel dan Palestina untuk kembali mengikuti pembicaraan damai di Washington, Amerika Serikat, masih punya hambatan besar untuk bisa mencapai kesepakatan besar. Israel menyatakan keberatan dengan tuntutan Palestina agar Israel terlebih dahulu menyepakati batas wilayah kedua negara.

Kepala juru runding Israel, Tzipi Livni, mengatakan kedua belah pihak seharusnya "membangun kepercayaan", setelah bisa berlangsungnya pertemuan Washington yang dia sebut sebagai awal yang membesarkan hati. Pertemuan tersebut bisa digelar kembali setelah tiga tahun tak ada satu pun perundingan yang mempertemukan perwakilan kedua negara.

Livni memperdebatkan tuntutan Palestina untuk terlebih dahulu menyepakati tapal-tapal batas negara merdeka. "Tujuan (pertemuan Washington) adalah untuk mengakhiri konflik," kata Livni kepada Radio Israel. "Untuk itu, tidak bisa dicapai hanya dengan membuat garis batas."

Sementara Yasser Abed Rabbo yang dekat dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperkirakan adanya "kesulitan-kesulitan sangat besar" yang dihadapi perundingan. Kepada radio Voice of Palestine, menyatakan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat merupakan kesulitan terbesar.

Menurut Rabbo, sikap Israel yang meneruskan pembangunan di Tepi Barat akan membunuh perundingan. Apalagi dia mengaku mendapat informasi bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah membujuk sekutu-sekutunya yang berhaluan kanan-jauh untuk mendukung perundingan Washington, dengan menjanjikan diizinkannya perluasan permukiman.

Dari Washington, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan, para juru runding akan bertemu kembali pada Agustus 2013. Menurut dia, pertemuan lanjutan tersebut bertujuan mencapai kesepakatan dalam sembilan bulan ke depan soal "status akhir" atas konflik berkelanjutan kedua negara.

Perundingan serupa pada 2010 mengalami kegagalan karena Israel memutuskan untuk mencabut moratorium pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat. Palestina menginginkan kawasan ini kembali masuk wilayah mereka, termasuk Jalur Gaza dan Jerusalem timur. Semua wilayah ini direbut Israel pada 1967. Aksi Israel mendapatkan Jerusalem timur tidak diakui masyarakat internasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara Palestina menginginkan Jerusalem timur menjadi ibu kota negaranya. Menurut Rabbo, garis batas kedua negara yang baru harus berdasarkan garis batas sebelum perang 1967. Dia mengakui, ini adalah masalah pertama yang harus diselesaikan.

Sebaliknya Isreal bersikeras bahwa semua masalah, termasuk soal pengungsi dan Jerusalem, akan ditangani bersamaan di dalam perundingan. "Memasukkan semua masalah ke meja perundingan pada saat yang sama mungkin merupakan upaya untuk merusak perundingan," tepis Rabbo.

Menteri Keuangan Israel Yair Lapid menetapkan bahwa tujuan terbesar perundingan yang dilakukan adalah menciptakan negara Palestina di "sebagian besar" Tepi Barat, tetapi Israel akan tetap menguasai tiga blok permukiman luas di wilayah itu, juga di Jerusalem timur. Dia berpendapat ada kemungkinan Palestina akan menerima tawaran ini.

"Karena mereka tidak punya pilihan," ujar Lapid, menteri berhaluan tengah di kabinet Israel ini. Menurut dia, yang akan dicari dalam perundingan babak baru kedua negara adalah pemisahan yang adil dari Palestina, sehingga Israel dapat berdiri di satu sisi dan Palestina di sisi yang lain.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.