Kompas.com - 31/07/2013, 15:53 WIB
Ilustrasi. AFPIlustrasi.
EditorErvan Hardoko
RIYADH, KOMPAS.com — Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi menutup enam toko penjual pakaian dalam di Riyadh karena tidak mempekerjakan perempuan lokal.

Selain itu, tiga toko lain mendapatkan peringatan atas pelanggaran yang sama dalam sebuah inspeksi mendadak. Demikian harian lokal Al Sharq melaporkan, Rabu (31/7/2013).

"Toko-toko itu melanggar aturan yang menyatakan toko pakaian dalam hanya boleh mempekerjakan perempuan Saudi," kata ketua tim sidak Kementerian Tenaga Kerja, Saud Al Sanitan.

"Semua toko diberi waktu 14 hari untuk menjalankan aturan ini agar tidak ditutup," tambah Saud.

Namun, pemilik toko meminta pemerintah memberi waktu mereka setelah hari raya Idul Fitri untuk memenuhi syarat yang diajukan pemerintah.

Pemerintah Arab Saudi tengah meluncurkan program reformasi lapangan kerja untuk memberi kesempatan warganya, terutama perempuan, mendapatkan pekerjaan dan mengurangi ketergantungan negeri itu atas pekerja migran asing.

Sayangnya, upaya untuk memberi kesempatan kerja bagi perempuan mendapat tentangan dari para ulama konservatif, yang melihat program ini bertentangan dengan tradisi dan nilai-nilai sosial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika saya warga Saudi, saya tak akan pernah mempekerjakan perempuan Saudi di toko saya," kata seorang pedagang asal Yaman.

"Siapa pun tak bisa memaksa saya untuk menutup toko milik saya," tambah pedagang Yaman itu.

Para pebisnis asing memang enggan mempekerjakan perempuan Saudi dan selalu berupaya mengusir mereka. Setidaknya itulah kesaksian Sarrah Ahmad, seorang perempuan Saudi yang bekerja di sebuah toko.

"Mereka selalu marah kepada saya dan menolak kehadiran saya di toko," kata Sarrah.

"Misalnya saat saya menanyakan sesuatu, mereka justru marah dan berteriak kepada saya. Sikap seperti ini yang membuat banyak perempuan Saudi mundur dari pekerjaannya," kata Sarrah.

Selain itu, para pemilik toko memaksa mereka untuk bekerja tujuh hari sepekan tanpa libur.

"Semua pekerja perempuan yang meminta hari libur sudah pasti akan dipecat," Sarrah menegaskan.



Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.